Pasca Lebaran, Permintaan Kartu Kuning Membludak

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Usai Lebaran, permintaan kartu pencari kerja atau kartu kuning (AK1) meningkat. Peningkatan mencapai lebih dari seratus persen. Disnakertransos Kabupaten Kebumen pada hari pertama masuk kerja Senin (12/8) hingga Rabu (14/8) kemarin melayani sedikitnya 120 warga yang memohon kartu kuning setiap harinya. Padahal, pada hari-hari biasa, permohonan hanya sekitar 50 kartu.

Meningkatnya permohonan kartu kuning antara lain karena banyak warga yang ingin mencari pekerjaan ke Jakarta maupun ke luar daerah. Selain itu, tak sedikit pemohon kartu kuning adalah warga yang mudik, dan akan dibawa ke tempat kerjanya.

Menurut Kepala Seksi Penempatan Kerja Luar Negeri pada Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Kebumen Siti Khalimah SE, peningkatan permintaan kartu kuning terasa mulai sejak H-3 Lebaran. Pada kondisi normal, setiap hari hanya melayani sekitar 50 orang saja. Namun pascalebaran melonjak hingga dua kali lipat lebih. Bakan pernah sampai 200 orang dalam sehari. Siti Khalimah menambahkan, total kartu kuning yang dicetak sampai kemarin mencapai 1.500 kartu.

“Bukan yang baru mengajukan saja, tapi banyak yang memperpanjang untuk dibawa merantau lagi, karena kontrak kerjanya habis,” kata Siti Khalimah didampingi staf pengantar kerja pada bidang penempatan tenaga kerja dan transmigrasi, Ngusman, di ruang kerjanya, Rabu (14/8).

Selain pemudik, lonjakan ini juga dipengaruhi dari para siswa yang lulus sekolah beberapa waktu lalu. Ketika lebaran banyak kerabatnya yang mengajak untuk merantau. Hal inilah membuat mereka mencari kartu kuning sebagai prasyarat untuk melamar kerja. “Kami juga menambah jam kerja untuk melayani mereka,” ujarnya.

Dijelaskan, masa berlaku kartu kuning hingga dua tahun. Siti meminta pada pemegang kartu kuning untuk melapor pada pihaknya jika sudah diterima bekerja. “Ini keperluan penghapusan data pencari kerja,” ujar dia.

Meski permintaan kartu meningkat, namun menurut Siti ini masih belum seberapa jika dibandingkan dengan permintaan pascakelulusan sekolah maupun saat penerimaan CPNS. “Kalau pas lulusan sekolah atau penerimaan CPNS sehari bisa mencapai lebiih dari 500 pemohon,” imbuhnya.

Salah satu pencari kartu kuning, Ahmad Aminudin (19) mengaku kartu ini akan dibawa untuk mencari kerja di Karawang. Kebetulan, saudaranya ada yang pulang dan menawari kerja disana. Karena sulit mencari kerja di Kebumen, dia tertarik untuk mengadu nasib di perantauan. “Ingin nyoba aja, disini susah cari kerja, makanya begitu ada tawaran langsung saya terima,” ujar warga Sempor saat antre membuat kartu kuning. (ori/din/radarbanyumas)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post