Komunitas Warga Bersihkan Pantai

KEBUMEN (The Independent News) - Bersih-bersih sampah digelar di Pantai Karangbolong dan Pantai Suwuk, Minggu (22/4). Sampah yang berserakan itu juga dikumpulkan menggunakan loader.

Acara tersebut dibuka Wakil Bupati Djuwarni AmdPd. Ia memberi apresiasi kegiatan yang dimotori Komunitas Mawar Base Camp Kebumen. Hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kebumen, Drs Heri Setyanto, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dr. Dwi Budi Satrio MKes serta Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Ir Siti Kharisah MM.


Pembina Komunitas Mawar Base Camp, Slamet Budiono mengemukakan, peserta bersih-bersih pantai itu berjumlah 200 orang. Mereka sebagian berasal dari alumni dan siswa SMAN Gombong, Kebumen. "Ini wujud kepedulian terhadap kondisi alam," kata Budiono yang juga Satpam SMAN Gombong itu.

Darai 200 orang itu dibagi di dua tempat yakni Pantai Karangbolong dan Pantai Suwuk. Menurutnya, kondisi sampah di pantai tersebut sudah memperihatinkan. Sampah yang dikumpulkan hingga menggunung itu karena dibawa sungai hingga muara Telomoyo.

Peserta membagi sampah yang dikumpulkan tersebut. Kegiatan yang diikuti oleh warga dan pegawai Disparbud Kebumen itu memisahkan sampah organik dan nonorganik. "Sementara kami menyiapkan alat berat," imbuh Heri Setyanto. Jenis sampah antara lain kayu, bambu dan pelepah pohon pisang. Warga memanfaatkan kayu sebagai bahan bakar.

18 Kali

Djuwarni menekankan kepada generasi muda untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan. Heri Setiyanto menghimbau masyarakat agar jangan membuang sampah di sungai. Pasalnya, sampah tersebut akhirnya mengotori pantai. Seperti di Pantai Karangbolong dan Pantai Suwuk. Praktis sangat mengganggu wisatawan yang berkunjung di pantai tersebut.

Heri menambahkan, pihaknya memiliki program bersih-bersih sampah di pantai menggunakan alat berat. "Setiap tahunnya 18 kali, dengan menggunakan alat berat untuk membersihkan sampah di pantai," imbuhnya.

Program lainnya yakni prokasih (program kali bersih) dari Kantor Lingkungan Hidup (KLH) yang membantu kebersihan di sungai dan muara. Selain mengganggu wisatawan, keberadaan sampah yang menumpuk di pantai juga merusak ekosistem laut. "Kebersihan memperindah tempat wisata yang berpotensi meningatkan pendapatan serta perekonomian warga sekitar," imbuhnya.

Selama tiga bulan ini, target pendapatan di objek wisata Kebumen tercapai. heri berharap jalan menuju Pantai Karangbolong dilebarkan. Jalan tersebut tidak muat untuk persimpangan mobil. (K5-84/suaramerdeka)


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

1 Comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

  1. Lanjutin peduli alamnya, org buang smpah smbarangan, mgkin orng blum tau cara mbuang sampah n' ngelola sampah dgn bner, bisa juga krna krang memadainya tmpat pmbuangan akhir dikawasan mreka ato mreka kurang sadar dgn sampah.

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post