GOMBONG (The Independent News) - Jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Gombong dengan Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen kondisinya sangat memprihatinkan. Sejumlah ruas jalan lintas kecamatan sepanjang 10 kilometer rusak parah.Kerusakan jalan di jalur tersebut tampak di sejumlah titik. Dari arah barat jalur kerusakan merata di sejumlah desa yakni Desa Klopogodo, Kecamatan Gombong, Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor, Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar, Desa Penimbun, Kecamatan Karanggayam.
Namun kerusakan paling banyak terdapat di wilayah Desa Pohkumbang, dan Penimbun.
"Sudah lama kondisinya rusak begini, tapi belum ada perbaikan," ujar Kartawi (86) warga Dusun Pringamba, Desa Pohkumbang, kemarin.
Memang ruas jalan di depan rumah Kartawi rusak parah. Kerusakan jalan sudah tidak lagi dalam bentuk lubang tetapi sudah seperti sawah yang hendak digarap. Penuh lumpur dan licin saat dilalui kendaraan. Kondisi tersebut, mengganggu pengguna jalan yang melintas. "Kami minta Bupati untuk memperhatikan jalur yang rusak itu," imbuhnya.
Baju Kotor
Ungkatan senada disampaikan oleh Kepala Desa Penimbun, Kecamatan Karanggayam, Sakirin. Bagi warganya jalur tersebut merupakan satu-satunya akses menuju Kecamatan Karanggayam maupun ke Gombong. Apalagi jalan yang rusak itu juga telah dilalui angkutan pedesaan (Angkudes) jurusan Gombong-Penimbun.
Adapun untuk jalur Penimbun Karanggayam karena jaraknya yang hanya 2 kilometer tidak dilalui angkudes. Anak-anak yang sekolah di SMP Karanggayam maupun yang ke pasar Karanggayam biasanya naik sepeda motor. Tetapi karena jalan rusak, setelah turun hujan, baju mereka sering kotor karena jalanya berlumpur.
"Pengaspalan jalur Gombong-Karanggayam menjadi dambaan masyarakat," ujar Sakirin seraya menyebutkan jalur tersebut berakhir dibangun tahun 2009.
Selain jalur poros kecamatan, Sakirin menambahkan jalan desa menuju proyek pembangunan embung Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng di desanya juga dalam kondisi rusak. Padahal untuk memperbaiki dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) tentu dana yang ada tidak mencukupi.
"Selain akses menuju embung, perbaikan jalan sekaligus untuk memperlancar aktifitas masyarakat antara Dusun Krajan dengan Dusun Prapatan," tandasnya. (J19-45/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Namun kerusakan paling banyak terdapat di wilayah Desa Pohkumbang, dan Penimbun.
"Sudah lama kondisinya rusak begini, tapi belum ada perbaikan," ujar Kartawi (86) warga Dusun Pringamba, Desa Pohkumbang, kemarin.
Memang ruas jalan di depan rumah Kartawi rusak parah. Kerusakan jalan sudah tidak lagi dalam bentuk lubang tetapi sudah seperti sawah yang hendak digarap. Penuh lumpur dan licin saat dilalui kendaraan. Kondisi tersebut, mengganggu pengguna jalan yang melintas. "Kami minta Bupati untuk memperhatikan jalur yang rusak itu," imbuhnya.
Baju Kotor
Ungkatan senada disampaikan oleh Kepala Desa Penimbun, Kecamatan Karanggayam, Sakirin. Bagi warganya jalur tersebut merupakan satu-satunya akses menuju Kecamatan Karanggayam maupun ke Gombong. Apalagi jalan yang rusak itu juga telah dilalui angkutan pedesaan (Angkudes) jurusan Gombong-Penimbun.
Adapun untuk jalur Penimbun Karanggayam karena jaraknya yang hanya 2 kilometer tidak dilalui angkudes. Anak-anak yang sekolah di SMP Karanggayam maupun yang ke pasar Karanggayam biasanya naik sepeda motor. Tetapi karena jalan rusak, setelah turun hujan, baju mereka sering kotor karena jalanya berlumpur.
"Pengaspalan jalur Gombong-Karanggayam menjadi dambaan masyarakat," ujar Sakirin seraya menyebutkan jalur tersebut berakhir dibangun tahun 2009.
Selain jalur poros kecamatan, Sakirin menambahkan jalan desa menuju proyek pembangunan embung Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng di desanya juga dalam kondisi rusak. Padahal untuk memperbaiki dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) tentu dana yang ada tidak mencukupi.
"Selain akses menuju embung, perbaikan jalan sekaligus untuk memperlancar aktifitas masyarakat antara Dusun Krajan dengan Dusun Prapatan," tandasnya. (J19-45/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!