GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Penggemar burung, khususnya burung berkicau di Kabupaten Kebumen harus berhati-hati. Pasalnya, sejumlah warga pecintai burung berkicau mulai diresahkan dengan maraknya pencurian burung bernilai ekonomis tinggi itu kerap terjadi.
Salah seorang pecinta burung berkicau, Hendro Setiatmoko (32) Warga Desa Wero, Kecamatan Gombong mengatakan, dirinya menjadi salah satu korban pencurian burung. Kejadiannya terjadi pada tahun baru lalu, Rabu (1/1). Pecurian itu terjadi pada siang bolong saat pemilik burung lengah. Sebanyak tujuh burung jenis Kenari raib digondol maling. akibatnya dia menderita kerugian mencapai jutaan rupiah. “Kejadiannya sekitar dzuhur, waktu orang lagi istirahat,” ujarnya, Minggu (5/1).
Hendro menjelaskan, kejadian itu baru diketahuinya sore hari. Burung-burung yang ditempatkan di depan rumah itu tidak dibawa dengan sangkarnya, hanya burung-burungnya saja yang diambil. Sedangkan pintu sangkar burung-burung itu dibiarkan terbuka dan ditinggalkan kawanan pencuri.
“Saya saat itu juga langsung menghubungi semua teman penggemar burung agar berhat-hati menaruh burung kesayangannya karena lagi banyak pencurian burung,” kata dia.
Lebih lanjut ditambahkan Hendro, kejadian nahas ini juga menimpa temannya sesama pecinta burng yakni Ibnu Prsetyo, warga Desa Jatiluhur Kecamatan Rowokele. Ibnu, kata Hendro, Jumat (3/1) dinihari lalu, kehilangan tiga ekor burung jalan suren di rumahnya.
Peristiwa pencurian burung di rumah Ibnu tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Pelaku diperkirakan masuk ke dalam garasi rumah ibnu dengan cara memanjat pagar tembok. Kemudian pelaku mengambil tiga ekor burung.
“Saya menghimbau kepada teman-teman peternak maupun peghobi burung agar lebih waspada, saya pikir ini sudah menjadi sindikat. Simpanlah di tempat yang aman karena burung-burung, khususnya jenis-jenis tertentu yang laku di pasaran, tak luput menjadi sasaran aksi kejahatan,” tandasnya.
Meski burung-burung kesayangannya dicuri, dia bersama temannya sengaja tidak melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.(ori/bdg/radarbanyumas)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Salah seorang pecinta burung berkicau, Hendro Setiatmoko (32) Warga Desa Wero, Kecamatan Gombong mengatakan, dirinya menjadi salah satu korban pencurian burung. Kejadiannya terjadi pada tahun baru lalu, Rabu (1/1). Pecurian itu terjadi pada siang bolong saat pemilik burung lengah. Sebanyak tujuh burung jenis Kenari raib digondol maling. akibatnya dia menderita kerugian mencapai jutaan rupiah. “Kejadiannya sekitar dzuhur, waktu orang lagi istirahat,” ujarnya, Minggu (5/1).
Hendro menjelaskan, kejadian itu baru diketahuinya sore hari. Burung-burung yang ditempatkan di depan rumah itu tidak dibawa dengan sangkarnya, hanya burung-burungnya saja yang diambil. Sedangkan pintu sangkar burung-burung itu dibiarkan terbuka dan ditinggalkan kawanan pencuri.
“Saya saat itu juga langsung menghubungi semua teman penggemar burung agar berhat-hati menaruh burung kesayangannya karena lagi banyak pencurian burung,” kata dia.
Lebih lanjut ditambahkan Hendro, kejadian nahas ini juga menimpa temannya sesama pecinta burng yakni Ibnu Prsetyo, warga Desa Jatiluhur Kecamatan Rowokele. Ibnu, kata Hendro, Jumat (3/1) dinihari lalu, kehilangan tiga ekor burung jalan suren di rumahnya.
Peristiwa pencurian burung di rumah Ibnu tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Pelaku diperkirakan masuk ke dalam garasi rumah ibnu dengan cara memanjat pagar tembok. Kemudian pelaku mengambil tiga ekor burung.
“Saya menghimbau kepada teman-teman peternak maupun peghobi burung agar lebih waspada, saya pikir ini sudah menjadi sindikat. Simpanlah di tempat yang aman karena burung-burung, khususnya jenis-jenis tertentu yang laku di pasaran, tak luput menjadi sasaran aksi kejahatan,” tandasnya.
Meski burung-burung kesayangannya dicuri, dia bersama temannya sengaja tidak melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.(ori/bdg/radarbanyumas)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!