| Slamet (36) salah satu warga yang terserang chikungunya tidur terkulai di kursi rumahnya di Desa Kutosari, Kebumen, Senin (6/1).(Foto: Supriyanto) |
Dari pantauan suaramerdeka.com, Senin (6/1), sebagian besar warga masih menjalani perawatan di rumah masing-masing. Lantaran jumlah penderita cukup banyak, kasus tersebut dilaporkan kepada pihak puskesmas setempat untuk ditindaklanjuti dengan fogging.
Salah satu warga RT 01 RW 04 yang terkena chikungunya, Kartiko (50) mengatakan, awalnya dia merasakan demam disertai nyeri persendian. Kemudian dia mengalami lemas mendadak dan tidak bisa jalan, karena sakit pada seluruh persendian. "Setelah bangun tidur, badan saya lemas semua dan tidak bisa digerakan," ujar Kartiko saat ditemui di rumahnya.
Tak hanya dirinya, selang beberapa hari ibunya juga terkena. Saat diperiksakan ke petugas medis, apa yang dirasakan itu gejalanya penyakit chikungunya. Tidak hanya keluarganya, hampir seluruh tetangganya terjangkit penyakit serupa.
Menurut Kepala Desa Kutosari, Masyhud, penyakit yang diderita warga memiliki gejala serupa yakni pusing, meriang, badan tiba-tiba lemas seperti orang lumpuh. Dalam satu rumah ada yang lebih dari dua warga yang terserang. Bahkan ada pula satu warga yang terkena semuanya.
Seperti keluarga Pariman (54) warga RT 01 RW O4 itu, dia bersama istri Poniah (45) dan Ardi (25) anaknya terjangkit semua. Begitu pula keluarga Supriono (50) istri Heri Susilowati (49) serta dua anaknya, Ria Puspitasari (25) dan Rani Prastiwi (18) juga terkena chikungunya.
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) pada Dinas Kesehatan Kebumen, Cokro Aminoto SIP MKes mengatakan, jika penyakit yang diderita warga Kutosari memiliki gejala klinis yang mengarah ke chikungunya. Namun tanpa ada uji laboratorium, Dinkes belum bisa menyatakan penyakit itu merupakan chikungunya.
"Kami sudah meminta petugas untuk mengambil sampel dari warga yang terserang penyakit dengan ciri-ciri itu. Penyakit dengan ciri-ciri tersebut bisa saja hanya demam biasa atau rematik, karena saat ini sedang musim penghujan dan iklimnya dingin," ujarnya seraya mengimbau mewaspadai penyakit yang disebarkan oleh nyamuk.
( Supriyanto / CN31 / suaramerdeka.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!