Puluhan Pedagang Pantai Suwuk Demo

PURING (www.beritakebumen.info) - Sedikitnya puluhan pedagang dan warga di obyek wisata (obwis) Pantai Suwuk kecamatan Puring Kebumen melakukan aksi demonstrasi, Selasa (3/12) di lokasi Pantai Suwuk. Mereka menolak pemagaran di lokasi pintu masuk obwis Pantai Suwuk sebelah Barat yang dilakukan oleh Pemkab. Dalam aksi tersebut, peserta demonstrasi juga melakukan pencegahan terhadap pekerja agar tidak meneruskan pembuatan pagar di hari itu. Selain itu mereka juga melakukan pembongkaran kembali pondasi yang akan dijadikan sebagai pagar permanen di lokasi pintu masuk tersebut.

Dalam aksi tersebut, para demonstran dikawal ketat oleh 14 personil anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen dan sejumlah anggota Mapolsek Puring. Meski tidak terjadi kericuhan, sempat terjadi adu mulut antara warga dan anggota Satpol PP . Dimana warga tetap ngotot menolak pemagaran dilokasi tersebut , sedangkan pihak Satpol PP berupaya untuk mengamankan pelaksanaan pemagaran yang dilakukan oleh Pemkab. Namun pada akhirnya pengerjaan pemagaran tidak jadi dilakukan pada hari itu. Anehnya lagi, baik pihak Pengelola obwis Pantai Suwuk maupun dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispartabud) Kebumen juga sama sekali tidak terlihat di lokasi. Aksi Demonstrasi yang dimuali sejak pukul 09.00 WIB tersebut akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 11.00 WIB setelah berhasil diajak berunding oleh pihak Satpol PP Kebumen.

Menurut pengakuan Suratno (36) salah seorang peserta aksi demonstrasi, aksi penolakan tersebut dilakukan dengan alasan, jika pintu masuk obwis Pantai Suwuk sebelah barat tersebut ditutup atau dipagar, pedagang yang ada di sebelah barat dikhawatirkan menjadi sepi pembeli. Karena setelah ditutup, pedagang meyakini pengunjung yang datang ke sebelah barat semakin sepi. Selain itu, pintu masuk disebelah barat juga merupakan pintu masuk utama sejak dulu yang mempunyai sejarah tersendiri bagi warga maupun pedagang.

Suratno menambahkan, sebenarnya para pedagang sudah berkali-kali berkoordinasi dan menyampaikan alasan penolakan tersebut dengan pihak pengelola obwis. Namun sampai saat ini justru tidak ada solusi yang jelas. “Pokonya kami akan tetap melakukan penolakan pemagaran dilokasi pintu masuk sebelah barat. Jika seandainya tetap dibangun, maka akan kami bongkar kembali,”ujar Suratno.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kebumen Sumaryo SH yang memimpin pengawalan aksi Demonstrasi berujar, dalam aksi tersebut sejumlah pedagang tetap bersikeras mengehendaki agar pintu masuk sebelah barat obwis pantai suwuk agar tidak ditutup. Akhirnya pihak Satpol PP berhasil meredam aksi pedagang dengan mengajak sepuluh perwakilan pedagang untuk bermusyawarah. Rencananya kesepuluh perwakilan tersebut akan diajak bermusyawarah dengan Disparta dan jajaran Pemkab lainya untuk mencari solusi tersebut.”Rencana tersebut juga sudah kita koordinasikan dengan pihak Dispartabud melalui telephone seketika itu di lokasi,”terang Sumaryo.

Sekretaris Disparta Kebumen Wuryanto MMPd saat dikonfirmasi melalui telephone membenarkan adanya penolakan pemagaran dilokasi pintu masuk sebelah barat tersebut. “Terkait persoalan tersebut akan kita bahas bersama-sama terlebih dulu bersama pedagang dan tim lainya besok,”kata Wuryanto.(Radarbanyumas/ben/bdg)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post