KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menghentikan pemberian izin pendirian baru toko swalayan berjejaring karena sudah terlampau banyak dan mendapat pertentangan dari pedagang pasar tradisional.
"Bila saat ini ada yang mengajukan permohonan izin untuk pendirian baru toko swalayan berjejaring, Pemkab Kebumen mengambil kebijakan untuk tidak memberikan izin yang diminta," tegas Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kebumen, Drs Aden Andri Susilo MSi, melalui Kasi Perizinan, Karyanto SH, di ruang kerjanya, Rabu (06/11/2013).
Kebijakan ini menurut Karyanto untuk melindungi keberadaan pasar tradisional yang memiliki ribuan pedagang dan tersebar di wilayah Kebumen. Selain itu, memenuhi aspirasi para pedagang di pasar tradisional. "Protes itu sering kami terima langsung melalui surat pembaca di surat kabar atau acara interaksi di radio dan televisi milik Pemkab Kebumen dan melalui media lainnya. Protes itu disuarakan akibat keresahan yang mereka rasakan dengan banyaknya toko swalayan beroperasi di tengah-tengah masyarakat," ujar Karyanto. (Dwi/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
"Bila saat ini ada yang mengajukan permohonan izin untuk pendirian baru toko swalayan berjejaring, Pemkab Kebumen mengambil kebijakan untuk tidak memberikan izin yang diminta," tegas Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kebumen, Drs Aden Andri Susilo MSi, melalui Kasi Perizinan, Karyanto SH, di ruang kerjanya, Rabu (06/11/2013).
Kebijakan ini menurut Karyanto untuk melindungi keberadaan pasar tradisional yang memiliki ribuan pedagang dan tersebar di wilayah Kebumen. Selain itu, memenuhi aspirasi para pedagang di pasar tradisional. "Protes itu sering kami terima langsung melalui surat pembaca di surat kabar atau acara interaksi di radio dan televisi milik Pemkab Kebumen dan melalui media lainnya. Protes itu disuarakan akibat keresahan yang mereka rasakan dengan banyaknya toko swalayan beroperasi di tengah-tengah masyarakat," ujar Karyanto. (Dwi/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!