KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sekitar 1.500 guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) non kategori K1 dan K2 dari sekolah negerimenggelar aksi demo, Senin (25/11/2013).
Aksi unjuk rasa yang bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional ini dilakukan di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati dan DPRD Kabupaten Kebumen. Sebelum menyampaikan asprisasinya, mereka melakukan do'a bersama. Kemudian secara bergantian melakukan orasi, menuntut kesejahteraan.
Selama ini, kesejahteraan GTT di sekolah negeri non-K1 dan K2 masih sangat memprihatinkan, hanya Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu perbulan. Bahkan untuk PTT, hanya Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu perbulan.
Para guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi GTT/PTT Kabupaten Kebumen ini mendesak Pemkab Kebumen untuk memberi perhatian terhadap nasib mereka dengan mengalokasikan anggaran dari APBD untuk tambahan kesejahteraan GTT/PTT. Hal itu sesuai imbauan Mendagri dan PP No 74 tahun 2008 tentang Guru.
Para GTT/PTT berharap mendapatkan honor sesuai dengan Upah Minimpun Kabupaten (UMK) Kebumen yang telah ditetapkan untuk tahun 2014 mendatang yakni Rp 975.000/bulan.
Mereka juga menuntut adanya revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 48 dan PP 56 Tahun 2012 yang dinilai mengganjal keberadaan GTT/PTT sekolah negeri non K1 dan K2.
”Kami minta dibuatkan payung hukum tentang keberadaan kami semua. Selama ini keberadaan GTT/PTT di sekolah negeri di butuhkan tetapi tidak memiliki payung hukum,” ujar Ketua Umum FK GTT/ PTT Kebumen, Mohamad Nasukha.
Mereka meminta pemerintah untuk mengakui keberadaan mereka dan memberikan kesempatan kepada GTT di sekolah negeri untuk mendapatkan hak sertifikasi.
Selain berorasi, mereka juga membawa beberapa spanduk dan poster. Salah satunya bertuliskan 'GTT/PTT bukan ban serep PNS malas'. (bk01/mat/bbs)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Aksi unjuk rasa yang bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional ini dilakukan di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati dan DPRD Kabupaten Kebumen. Sebelum menyampaikan asprisasinya, mereka melakukan do'a bersama. Kemudian secara bergantian melakukan orasi, menuntut kesejahteraan.
Selama ini, kesejahteraan GTT di sekolah negeri non-K1 dan K2 masih sangat memprihatinkan, hanya Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu perbulan. Bahkan untuk PTT, hanya Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu perbulan.
Para guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi GTT/PTT Kabupaten Kebumen ini mendesak Pemkab Kebumen untuk memberi perhatian terhadap nasib mereka dengan mengalokasikan anggaran dari APBD untuk tambahan kesejahteraan GTT/PTT. Hal itu sesuai imbauan Mendagri dan PP No 74 tahun 2008 tentang Guru.
Para GTT/PTT berharap mendapatkan honor sesuai dengan Upah Minimpun Kabupaten (UMK) Kebumen yang telah ditetapkan untuk tahun 2014 mendatang yakni Rp 975.000/bulan.
Mereka juga menuntut adanya revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 48 dan PP 56 Tahun 2012 yang dinilai mengganjal keberadaan GTT/PTT sekolah negeri non K1 dan K2.
”Kami minta dibuatkan payung hukum tentang keberadaan kami semua. Selama ini keberadaan GTT/PTT di sekolah negeri di butuhkan tetapi tidak memiliki payung hukum,” ujar Ketua Umum FK GTT/ PTT Kebumen, Mohamad Nasukha.
Mereka meminta pemerintah untuk mengakui keberadaan mereka dan memberikan kesempatan kepada GTT di sekolah negeri untuk mendapatkan hak sertifikasi.
Selain berorasi, mereka juga membawa beberapa spanduk dan poster. Salah satunya bertuliskan 'GTT/PTT bukan ban serep PNS malas'. (bk01/mat/bbs)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!