| Kolonel Inf Muhammad Hasan menyematkan tanda peserta Dikmata. (FOTO: Sukmawan/krjogja) |
Kolonel Hasan menjelaskan, seleksi penerimaan anggota TNI AD melalui proses yang sangat ketat. Hanya mereka yang memenuhi kriteria yang mampu lolos. Ia juga menegaskan tidak perlu membayar sama sekali untuk dapat mengikuti Dikmata.
"Memang banyak orang yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesempatan itu. Namun kami tegaskan, untuk bisa menjadi anggota TNI, tidak membayar," ujar Kolonel Hasan didampingi Komandan Sekolah Calon Tamtama (Secata) Gombong Letkol Inf Thomas Heru Rinawan usai membuka Dikmata.
Masyarakat dihimbau untuk tidak terpengaruh dengan isu yang menyebutkan bahwa untuk menjadi prajurit TNI harus membayar.
Setelah melalui proses seleksi ketat, 435 pemuda dari total sekitar 18 ribu pendaftar diterima untuk mengikuti Dikmata. Mereka akan menjalani pendidikan selama 5 bulan, kemudian berhak menyandang pangkat sebagai Prajurit Dua.
Dari jumlah yang lolos seleksi, satu diantaranya lulusan SLTP. Terbanyak lulusan SMA dan SMK, ada pula yang lulusan D3. (bk01/krj/suk)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!