ADIMULYO (www.beritakebumen.info) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng dan BPBD Kebumen menggelar Gladi Lapang Penanggulangan Bencana Banjir di Kecamatan Adimulyo, Kebumen, Selasa (26/11). Gladi lapang diikuti sekitar 515 peserta dari berbagai unsur, meliputi unsur pemerintahan, swasta dan masyarakat.
Dalam simulasi tanggap darurat yang dihadiri oleh Bupati Kebumen Buyar Winarso itu, sejumlah lembaga bekerja sesuai dengan fungsinya. Ambil bagian personil TNI, Polri, SAR, PMI, ORARI, Rapi, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan tim medis dari RSUD Kebumen dan RS PKU Muhammadiyah Gombong.
Gladi lapang juga melibatkan perangkat dan masyarakat desa Kemujan, Meles, Mangunharjo, Sidomukti, Arjosari, Tegalsari, Bonjok, Sugihwaras, Sekarteja, Adiluhur, dan Caruban. Masyarakat kecamatan lain yang rawan banjir seperti Desa Sidobunder, Sidodadi, Madurejo, Bumirejo dan Balorejo.
Secara umum, kegiatan yang dipantau oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Sarwa Pramana SH MSi mewakili Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH itu menggambarkan proses dan mekenisme tanggap darurat. Seperti manajemen tanggap darurat, identifikasi dan evakuasi, kajian cepat, distribusi logistik, pelayanan kesehatan dan sanitasi, relokasi pengungsi meliputi penampungan sementara, pelayanan air bersih, dan dapur lapangan.
Kalakhar BPBD Jateng, Sarwa Pramana menjelaskan, kegiatan itu merupakan program fasilitasi penguatan kelembagaan tahun 2013 yang salah satunya ialah gladi lapang dengan hazard banjir. Gladi lapang merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana.
"Kegiatan kini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kemampuan dan keterampilan masyarakat dan aparat baik perseorangan maupun kelembagaan dalam penaggulangan bencana," Sarwa Pramana kepada Suara Merdeka di sela-sela kegiatan.
Guna mengatasi kerawanan bencana, imbuh dia, tahun 2013 Pemprov Jateng menyiapkan anggaran dana tak terduga Gubernur sebesar Rp 37 miliar. Hingga saat ini dana tersebut baru terpakai sebesar Rp 2 miliar. Pihaknya juga telah mempersiapkan secara teknis maupun non teknis terhadap upaya antisipasi dan penanganan bencana dan dampaknya.
"Selain dukungan dana, sarana dan prasarana pun sudah disiapkan secara matang dan sistematis," tandasnya seraya menegaskan merupakan bahwa bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Bupati Kebumen Buyar Winarso menambahkan, Kebumen memiliki kerawanan terhadap bencana. Bahkan hampir semua bencana yang ada di Indonesia terwakili oleh Kebumen seperti gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan, tanah longsor, angin puting beliung, dan kebakaran.
"Kegiatan ini sekaligus untuk menguji rencana kontijensi yang sudah dibuat apakah dapat diterapkan secara operasional atau tidak. Juga untuk menguji kemampuan instansi untuk mengatasi kejadian yang mendekati situasi dan kondisi sebenarnya," ujarnya.
( Supriyanto / CN31 / SMNetwork / suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Dalam simulasi tanggap darurat yang dihadiri oleh Bupati Kebumen Buyar Winarso itu, sejumlah lembaga bekerja sesuai dengan fungsinya. Ambil bagian personil TNI, Polri, SAR, PMI, ORARI, Rapi, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan tim medis dari RSUD Kebumen dan RS PKU Muhammadiyah Gombong.
Gladi lapang juga melibatkan perangkat dan masyarakat desa Kemujan, Meles, Mangunharjo, Sidomukti, Arjosari, Tegalsari, Bonjok, Sugihwaras, Sekarteja, Adiluhur, dan Caruban. Masyarakat kecamatan lain yang rawan banjir seperti Desa Sidobunder, Sidodadi, Madurejo, Bumirejo dan Balorejo.
Secara umum, kegiatan yang dipantau oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Sarwa Pramana SH MSi mewakili Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH itu menggambarkan proses dan mekenisme tanggap darurat. Seperti manajemen tanggap darurat, identifikasi dan evakuasi, kajian cepat, distribusi logistik, pelayanan kesehatan dan sanitasi, relokasi pengungsi meliputi penampungan sementara, pelayanan air bersih, dan dapur lapangan.
Kalakhar BPBD Jateng, Sarwa Pramana menjelaskan, kegiatan itu merupakan program fasilitasi penguatan kelembagaan tahun 2013 yang salah satunya ialah gladi lapang dengan hazard banjir. Gladi lapang merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana.
"Kegiatan kini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kemampuan dan keterampilan masyarakat dan aparat baik perseorangan maupun kelembagaan dalam penaggulangan bencana," Sarwa Pramana kepada Suara Merdeka di sela-sela kegiatan.
Guna mengatasi kerawanan bencana, imbuh dia, tahun 2013 Pemprov Jateng menyiapkan anggaran dana tak terduga Gubernur sebesar Rp 37 miliar. Hingga saat ini dana tersebut baru terpakai sebesar Rp 2 miliar. Pihaknya juga telah mempersiapkan secara teknis maupun non teknis terhadap upaya antisipasi dan penanganan bencana dan dampaknya.
"Selain dukungan dana, sarana dan prasarana pun sudah disiapkan secara matang dan sistematis," tandasnya seraya menegaskan merupakan bahwa bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Bupati Kebumen Buyar Winarso menambahkan, Kebumen memiliki kerawanan terhadap bencana. Bahkan hampir semua bencana yang ada di Indonesia terwakili oleh Kebumen seperti gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan, tanah longsor, angin puting beliung, dan kebakaran.
"Kegiatan ini sekaligus untuk menguji rencana kontijensi yang sudah dibuat apakah dapat diterapkan secara operasional atau tidak. Juga untuk menguji kemampuan instansi untuk mengatasi kejadian yang mendekati situasi dan kondisi sebenarnya," ujarnya.
( Supriyanto / CN31 / SMNetwork / suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!