KARANGANYAR (www.beritakebumen.info) - Pasar Karanganyar, belum juga ditempati oleh para pedagang. Namun demikian, sejumlah bangunan kios sudah mengalami retak-retak. Hal ini disesalkan oleh sejumlah pedagang di Pasar Karanganyar.
Maharini (50) salah seorang pedagang Pasar Karangsanyar, mengatakan, dia sudah mendapatkan kartu tempat dagang yang baru saja dibagikan. Dia menempati kios 7-8 A2-B, namun betapa terkejutnya, kios tersebut sudah mengalami retak-retak. Bentuk retaknya cukup parah, memanjang dari atas sampai ke bawah.”Ini menandakan bangunan memang terbelah. Sekarang mungkin masih belum lebar, namun kalau dibiarkan tidak segera ditangani, tidak menutup kemungkinan akan terus melebar dan membelah,”sesalnya
Kios 7-8 A2-B disebelah barat yang ditempatinya itu, rencananya akan digunakan untuk berjualan sembako, karena wilayah itu memang zona jualan sembako. “Tidak hanya kios saya saja yang menalami reta-retak. Ada beberapa kios pedagang yang lain juga mengalami hal yang sama,”ungkapnya
Begitu juga diungkapkan oleh Hj Mugiarti (45) pedagang lain, dia menyesalkan pembangunan Pasar Karanganyar. Disamping kualitas bangunan juga kurang baik, banyak yang mengalami reta-retak, pembangunan pasar tersebut juga terkesan molor dan tersendat.”Buktinya sampai sekarang belum juga sempurna, masih harus ada penambahan. Pedagang sudah tidak sabar, ingin segera pindah,”terangnya
Sementara Kepala UPTD Pasar Karanganyar, Jumono SE, saat dimintai keterangan, membenarkan kalau ada sebagian gedung yang mengalami retak-retak. Bangunan pasar yang menghabiskan dana Rp 15. 640. 000. 000, masih dalam masa perawatan oleh pihak pemborong bangunan.”Kami juga sudah mengusulkan untuk perbaikan gedung yang mengalami retak-retak. Sebagian sudah ada yang telah diperbaiki, sebagian ada yang belum,”terangnya
Kemungkinan, kata dia, bangunan yang mengalami retak-retak, karena pondasi dasar bangunan mengalami pergeseran yang disebabkan urugan pondasi belum padat.”Jadi urug pondasi dasar bangunan belum padat, karena dikejar waktu, segera disusul pasang batu bata, akibatnya pondasi bergerak dan mengakibatkan retak pada temboknya,”jelasnya
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Karanganyar, Taufik Hamzah SIP, yang juga anggota dewan Bagian Anggar (Banggar) DPRD Kebumen menjelaskan, pembangunan Pasar Karanganyar boleh dikata penuh perjuangan. Pasalnya, untuk menyelesaikan pembangunan pasar tersebut harus melalui 4 kali anggaran. Pertama Anggaran APBD Murni tahun 2012 sebesar Rp 7,5 miliar, kemudian berlanjut menggunakan anggaran APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp 4 miliar, bersambung lagi menggunakan anggaran murni tahun 2013 sebesar Rp 3,5 miliat dan terakhir ada kekurangan penambahan untuk membuat sopi-sopi pada pinggir atap bangunan sebesar Rp 640 juta.”Sehingga semua total pembangunan menghabiskan dana sebesar Rp 15. 640. 000. 000,”terangnya
Dengan kenyataan itu, semua pedagang diharap bersabar. Ha-hal yang menjadi kendala di lapangan dapat dipahami dan dimaklumi.”Termasuk kepindahan para pedagang, semua bisa bersabar. Kami sebetulnya juga menghawatirkan, sebentar lagi akan segera datang musim penghujan, kalau pedagang masih menempati tempat relokasi sementara di Alun-alun Karanganyar, kalau hujan sudah turun, pasti akan tergenang, dan akan merepotkan pedagang,”pungkasnya (har/bdg/radarbanyumas)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Maharini (50) salah seorang pedagang Pasar Karangsanyar, mengatakan, dia sudah mendapatkan kartu tempat dagang yang baru saja dibagikan. Dia menempati kios 7-8 A2-B, namun betapa terkejutnya, kios tersebut sudah mengalami retak-retak. Bentuk retaknya cukup parah, memanjang dari atas sampai ke bawah.”Ini menandakan bangunan memang terbelah. Sekarang mungkin masih belum lebar, namun kalau dibiarkan tidak segera ditangani, tidak menutup kemungkinan akan terus melebar dan membelah,”sesalnya
Kios 7-8 A2-B disebelah barat yang ditempatinya itu, rencananya akan digunakan untuk berjualan sembako, karena wilayah itu memang zona jualan sembako. “Tidak hanya kios saya saja yang menalami reta-retak. Ada beberapa kios pedagang yang lain juga mengalami hal yang sama,”ungkapnya
Begitu juga diungkapkan oleh Hj Mugiarti (45) pedagang lain, dia menyesalkan pembangunan Pasar Karanganyar. Disamping kualitas bangunan juga kurang baik, banyak yang mengalami reta-retak, pembangunan pasar tersebut juga terkesan molor dan tersendat.”Buktinya sampai sekarang belum juga sempurna, masih harus ada penambahan. Pedagang sudah tidak sabar, ingin segera pindah,”terangnya
Sementara Kepala UPTD Pasar Karanganyar, Jumono SE, saat dimintai keterangan, membenarkan kalau ada sebagian gedung yang mengalami retak-retak. Bangunan pasar yang menghabiskan dana Rp 15. 640. 000. 000, masih dalam masa perawatan oleh pihak pemborong bangunan.”Kami juga sudah mengusulkan untuk perbaikan gedung yang mengalami retak-retak. Sebagian sudah ada yang telah diperbaiki, sebagian ada yang belum,”terangnya
Kemungkinan, kata dia, bangunan yang mengalami retak-retak, karena pondasi dasar bangunan mengalami pergeseran yang disebabkan urugan pondasi belum padat.”Jadi urug pondasi dasar bangunan belum padat, karena dikejar waktu, segera disusul pasang batu bata, akibatnya pondasi bergerak dan mengakibatkan retak pada temboknya,”jelasnya
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Karanganyar, Taufik Hamzah SIP, yang juga anggota dewan Bagian Anggar (Banggar) DPRD Kebumen menjelaskan, pembangunan Pasar Karanganyar boleh dikata penuh perjuangan. Pasalnya, untuk menyelesaikan pembangunan pasar tersebut harus melalui 4 kali anggaran. Pertama Anggaran APBD Murni tahun 2012 sebesar Rp 7,5 miliar, kemudian berlanjut menggunakan anggaran APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp 4 miliar, bersambung lagi menggunakan anggaran murni tahun 2013 sebesar Rp 3,5 miliat dan terakhir ada kekurangan penambahan untuk membuat sopi-sopi pada pinggir atap bangunan sebesar Rp 640 juta.”Sehingga semua total pembangunan menghabiskan dana sebesar Rp 15. 640. 000. 000,”terangnya
Dengan kenyataan itu, semua pedagang diharap bersabar. Ha-hal yang menjadi kendala di lapangan dapat dipahami dan dimaklumi.”Termasuk kepindahan para pedagang, semua bisa bersabar. Kami sebetulnya juga menghawatirkan, sebentar lagi akan segera datang musim penghujan, kalau pedagang masih menempati tempat relokasi sementara di Alun-alun Karanganyar, kalau hujan sudah turun, pasti akan tergenang, dan akan merepotkan pedagang,”pungkasnya (har/bdg/radarbanyumas)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!