Dituding Boikot, FPDIP Geram

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kebumen geram terhadap pernyataan salah satu anggota dewan yang dinilai memojokkan Fraksi PDIP pada rapat paripurna, Senin (29/7) lalu. Pernyataan itu dikatakan oleh Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Miftahul Ulum yang kesal karena dari 16 anggota Fraksi PDI Perjuangan hanya satu orang yang hadir pada rapat paripurna itu, sehingga rapat ditunda karena tidak memenuhi kuorum.

Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya, Tatag Sajoko, menilai pernyataan itu tidak pantas disampaikan di forum rapat paripurna. Terlebih yang menyatakan hal itu adalah politisi senior di DPRD Kebeumen.

“Ucapan tersebut di luar batas etika, sementara saat ini kita sedang menjalani bulan Ramadan yang penuh dengan kesucian. Sungguh disayangkan apabila politisi senior yang dimaksud sangat tidak memahami tentang tata tertib maupun etika berpolitik yang cerdas dan santun,” sindir Tatag Sajoko saat membacakan pendapat dan kata akhir Fraksi PDI Perjuangan pada rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian pandangan fraksi dan pengesahan terhadap Raperda Perubahan APBD 2013, Rabu (31/7).

Menurut Tatag, ungkapan yang digunakan dalam berbahasa politik itu justru bersifat “maciafelis” dan menghalalkan segala cara untuk pencitraan pribadi. Tatag mengatakan sindiran keras yang menilai politisi tersebut tidak paham arti menghormati hak politik setiap fraksi. Sifat Maciafelis ini, kata dia, pada kesehariannya dipakai dan dipergunakan dalam setiap peran politisi dimaksud.

“Meski demikian Fraksi PDI Perjuangan tetap mengajak kepada yang bersangkutan untuk segera sadar dan segera bertaubat. Pada kesempatan ini, atas ucapan beliau yang sangat tidak pantas itu, dengan lapang dada memberikan maaf, terlebih di bulan Ramadan bulan yang penuh ampunan ini,” ungkapnya.
Tatag menjelaskan, penyebab gagalnya rapat paripurna pada Senin lalu, tidak semata-mata karena anggota Fraksi PDI Perjuangan yang tidak hadir. Tatag menyebut, dari 50 anggota Dewan hanya hadir 22 orang.

“Artinya bahwa tidak kuorumnya sidang paripurna pada saat itu, tidak dikarenakan semata karena kertidakhadiran sebagian besar anggota Fraksi PDI Perjuangan saja. Melainkan masih banyak anggota fraksi lain yang tidak hadir secara keseluruhan pada saat itu,” jelasnya.
Fraksi PDI Perjuangan ketidakhadirannya pada paripurna lalu, pada saat yang bersamaan pihaknya sedang melakukan rapat gabungan bersama DPC PDI Perjuangan dalam rangka menindaklanjuti dinamika aspirasi masyarakat yang berkembang. “Sehingga dengan rasa tanggung jawab kami mendiskusikan secara serius dengan tujuan agar direspon langsung melalui kata akhir fraksi,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, melihat diskusi sangat berkembang dan melihat kondisi di gedung dewan tingkat kehadiran anggota dari fraksi-fraksi lain belum maksimal, maka diskusi tetap berlanjut. Tatag mengatakan, dari fraksi yang melakukan interupsi, anehnya dari empat anggota, hanya dua anggota fraksi yang hadir.

“Tentu ini menjadi berbanding terbalik dan ironis dengan apa yang mereka sampaikan didalam interupsi. Sungguh Fraksi PDI Perjuangan merasa tersanjung oleh interupsi tersebut yang artinya bahwa Fraksi PDI Perjuangan merupakan Fraksi terbesar yang harus diperhitungkan didalam setiap penentuan kebijakan daerah,” ungkapnya menyindir FPKB.

Ketua FPKB, Ir Sri Hari Susanti MM, mengaku sangat menghormati keputusan Fraksi PDI Perjuangan yang tidak hadir pada paripurna lalu. Namun, ia tidak terima terhadap pernyataan yang menyebut anggota fraksinya hanya dua orang dari keseluruhan empat anggota yang hadir pada pada rapat peripurna Senin lalu. “Perlu kami klarifikasi, secara fisik anggota FPKB yang hadir itu tiga orang. Satu datang tapi tidak menandatangani daftar hadir karena absen sudah dibawa kedepan,” ujar Sri Hari Susanti.

Sementara itu, dari enam fraksi yang ada semuanya menyetujui Raperda Perubahan APBD 2013. Ada pandangan berbeda pada rapat paripurna kemarin, seluruh anggota fraksi PDI Perjuangan mengambili posisi duduk dibagian depan dan tak meninggalkan tempat duduknya hingga rapat usai. Selain itu, semua pimpinan dewan juga hadir duduk berderet di tempat duduk pimpinan.

Dari pihak eksekutif juga terlihat cukup lengkap, mulai dari Bupati H Buyar Winarso SE, Sekda H Adi Pandoyo, Asisten Sekda dan pimpinan SKPD lainnya. Sedangkan anggota dewan yang menandatangi daftar hadir berjumlah 36 anggota.

Pada kesempatan itu, pimpinan dewan juga mengumumkan pimpinan fraksi PDI Perjuangan mengalami perubahan. Ketua fraksi masih tetap ditempati oleh H Sudarno SH, Wakil Ketua Fraksi saat ini dipegang oleh Bambang Sutrisno dan Sekretaris di jabat oleh Dian Lestari SE.(ori/radarbanyumas.co.id)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post