Giliran Travelator Dikeluhkan

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pasar Tumenggungan pasca direvitalisasi dan diresmikan oleh Menteri Perdagangan, Gita Wiryawan 2 Juli lalu, terus menjadi sorotan masyarakat. Setelah kebersihan pasar, tarif parkir yang dinilai kemahalan dan diduga ada oknum yang menjual pintu masuk pasar ke sejumlah pedagang disorot, kali in, travelator atau lantai berjalan pasar yang menghubungkan pengunjung pasar dari lantai satu ke lantai dua dikeluhkan sejumlah warga.

Sebab sejak diresmikan, baru sekali travelator itu difungsikan, yakni saat Menteri Perdagangam meresmikan pasar ikon Kabupaten Kebumen itu. Padahal tak sedikit masyarakat sengaja datang dari jauh untuk mencoba merasakan naik travelator yang di Kabupaten Kebumen hanya ada di Pasar Tumenggungan itu.

Pasar Tumenggungan setelah direvitaisasi dengan anggaran APBD II Kebumen tahun 2012 sebesar Rp 51,996 miliar, dilengkapi 4 travelator. Lantai berjalan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kebumen untuk datang ke pasar tersebut. Hanya saja, mereka dibuat kecewa karena travelator mati.

n Wasitah (42) bersama anaknya yang datang jauh-jauh dari Desa Adiwarno Kecamatan Buayan, mengaku ingin mencoba naik travelator. Namun setelah sampai di Pasar Tumenggungan, dia merasa kecewa karena travelator mati. “Sebenarnya ya kecewa ya, masa pasar baru kok apa-apanya belum jalan. Padahal kami memang sengaja kesini pengin njajal,” keluh wasitah saat berkunjung ke Pasar Tumenggungan bersama ketiga anak dan tetangganya, Jumat (12/7).

Wasitah mengaku mengetahui Pasar Tumenggungan dilengkapi travelator dari koran. “Kayanya kalau diberita itu bagus banget, jadi banyak yang kepengin kesini. Tapi setelah lihat langsung kok biasa saja,” ungkapnya kemarin.
Keluhan senada diungkapkan Kasiyo (35) Warga Desa Pasir Kecamatan Ayah.

Di ajuga menyayangkan tidak berfungsinya travelator itu. Dia bersama istri dan kedua anaknya sengaja datang ke Pasar Tumenggungan untuk melihat langsung secara dekat pasar terbesar di Kabupaten Kebumen itu. “Penginnya naik terus tangganya jalan sendiri. Kan masih jarang ada di Kabupaten Kebumen. Tapi nggak hidup, ya gimana lagi,” ujar dia.
Beruntung dia bersama keluarga tak hanya ingin mencoba travelator.

Dia datang ke Pasar Tumenggungan sekalian berbelanja seragam sekolah anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Selain itu, dia juga mengaku berbelanja kebutuhan lebaran. “Mumpung di sini sekalian,” kata dia. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen, Sigit Basuki mengakui, travelator Pasar Tumenggungan belum difungsikan. Menurutnya, matinya travelator dikarenakan masih dalam proses pembersihan. “Travelator seharusnya selalu bersih dari sampah dan kotoran. Saat pindahan pedagang, travelator sangat kotor sehingga perlu dibersihkan” ujarnya. (ori/din/radarbanyumas)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Previous Post Next Post