KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Belum seluruhnya lulusan SMP di Kabupaten Kebumen melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dari data yang ada, tingkat partisipasi SMP ke SMA tahun pelajaran 2012/2013 lalu baru mencapai 62 %. Artinya, terdapat 38 lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah.
"Untuk itulah, kami terus mendorong agar semua lulusan SMP lebih mudah mengakses jenjang pendikan yang lebih tinggi. Sehingga, tingkat partisipasi lulusan SMP yang melanjutkan ke jenjang di atasnya terus meningkat," ujar anggota Komisi A DPRD Kebumen Dian Lestari SP SE saat menghadiri perpisahan sekaligus pengumuman hasil Ujian Nasional SMP 1 Pejagoan di Rumah Makan Yunani.
Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan, pihaknya akan melacak ke mana 38 % lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah. Dian menambahkan, belum dapat dipastikan penyebab mereka putus sekolah karena tidak adanya biaya, memilih bekerja atau karena menikah muda.
Namun DPRD, ujar Dian, mendorong agar tingkat partisipasi SMP ke SMA di Kebumen bisa 100 persen. Apalagi Pemkab sudah menyediakan anggaran beasiswa sebesar Rp 3 miliar.
Terkait hal itu, Dian meminta kepada pihak eksekutif, dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kebumen, agar berani melakukan terobosan dengan menggratiskan biaya penerimaan siswa baru.
"Kami minta gratis... tis, tak ada embel-embel apapun. Kami mengharapkan Pemkab tidak menetapkan pungutan terhadap biaya pendaftaran," ujar Dian, mendukung pencanangan Pendidikan Menengah Universal sehingga angka partisipasi mencapai 100 %.
Nilai Tertinggi
Sementara itu, sebanyak 218 murid SMP 1 Pejagoan dinyatakan lulus UN 100 %. Yang membanggakan, terdapat empat siswa yang meraih nilai 10, masing-masing di mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, IPA dan Bahasa Indonesia. Adapun nilai tertinggi UN di SMP 1 Pejagoan diraih Endah Yuliani dari kelas IX C dengan total nilai 38,35.
Kepala SMP 1 Pejagoan, Rianingsih SPd MM mengatakan, keberhasilannya itu tak lepas dari dukungan semua pihak. Baik dari para guru, orang tua siswa, pihak komite sekolah maupun siswa itu sendiri. Menghadapi UN pihaknya melaksanakan les tambahan, try out, membuat buku latihan serta mendatangkan motivator untuk menggembleng mental siswa.
"Kami semua saling mendukung agar sukses dalam ujian," imbuh mantan Kepala SMP 2 Pejagoan itu. ( Supriyanto / CN33 /suaramerdeka )
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
"Untuk itulah, kami terus mendorong agar semua lulusan SMP lebih mudah mengakses jenjang pendikan yang lebih tinggi. Sehingga, tingkat partisipasi lulusan SMP yang melanjutkan ke jenjang di atasnya terus meningkat," ujar anggota Komisi A DPRD Kebumen Dian Lestari SP SE saat menghadiri perpisahan sekaligus pengumuman hasil Ujian Nasional SMP 1 Pejagoan di Rumah Makan Yunani.
Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan, pihaknya akan melacak ke mana 38 % lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah. Dian menambahkan, belum dapat dipastikan penyebab mereka putus sekolah karena tidak adanya biaya, memilih bekerja atau karena menikah muda.
Namun DPRD, ujar Dian, mendorong agar tingkat partisipasi SMP ke SMA di Kebumen bisa 100 persen. Apalagi Pemkab sudah menyediakan anggaran beasiswa sebesar Rp 3 miliar.
Terkait hal itu, Dian meminta kepada pihak eksekutif, dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kebumen, agar berani melakukan terobosan dengan menggratiskan biaya penerimaan siswa baru.
"Kami minta gratis... tis, tak ada embel-embel apapun. Kami mengharapkan Pemkab tidak menetapkan pungutan terhadap biaya pendaftaran," ujar Dian, mendukung pencanangan Pendidikan Menengah Universal sehingga angka partisipasi mencapai 100 %.
Nilai Tertinggi
Sementara itu, sebanyak 218 murid SMP 1 Pejagoan dinyatakan lulus UN 100 %. Yang membanggakan, terdapat empat siswa yang meraih nilai 10, masing-masing di mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, IPA dan Bahasa Indonesia. Adapun nilai tertinggi UN di SMP 1 Pejagoan diraih Endah Yuliani dari kelas IX C dengan total nilai 38,35.
Kepala SMP 1 Pejagoan, Rianingsih SPd MM mengatakan, keberhasilannya itu tak lepas dari dukungan semua pihak. Baik dari para guru, orang tua siswa, pihak komite sekolah maupun siswa itu sendiri. Menghadapi UN pihaknya melaksanakan les tambahan, try out, membuat buku latihan serta mendatangkan motivator untuk menggembleng mental siswa.
"Kami semua saling mendukung agar sukses dalam ujian," imbuh mantan Kepala SMP 2 Pejagoan itu. ( Supriyanto / CN33 /suaramerdeka )
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!