K3D Kecam Kerja Panwas

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Komite Kajian Kebijakan Daerah(K3D), menuding Panwas Kecamatan, Kabupaten, bahkan provinsi, melakukan kinerjanya secara sensasional. K3D menuding, Panwas seolah menjalankan aturan ketat, tapi tak rasional. "Berbagai temuan yang telah dimuat dalam media, terkadang belum tentu suatu pelanggaran Pemilu, sudah ribut-ribut dipublikasikan. Sementara tim sukses, tentunya menginginkan agar jagonya dapat suara banyak. Tapi kalau sedikit-sedikit sudah dicurigai dan selalu diintai, mereka akan malas mencari simpatisannya,”Kata Hariyanto, Ketua Presidium K3D, Selasa (7/5) kemarin.

Menurut Hariyanto, dampak dari kejadian itu, pasangan calon gubernur yang ada tidak dikenal masyarakat. Menurut dia, dengan tidak dikenalnya pasangan calon dalam Pilgub mendatang, maka golput pasti akan banyak. "Kalau ternyata Golput nantinya banyak terjadi, salah satu penyebabnya adalah Panwas yang terlalu ketat. Ketat boleh, tapi kalau keterlaluan, apalagi masih dugaan, sudah ribut-ribut dan menggegerkan masyarakat. Masyarakat akan ketakutan dan ini tidak mendidik masyarakat,”tandasnya.

Pengurus K3D, Tegus menambahkan, kesuksesan sebuah pesta demokrasi dapat diukur dengan meminimalisir masyarakat untuk melakukan golput. “Walapun pada dasarnya golput juga hak bagi masyarakat,”katanya. Menurut dia, K3D melihat Pilgub sekarang cenderung mengalami kelesuhan, terutama bagi tim sukses yang ada dari ketiga pasangan calon.

Dia menilai, salah satunya penyebabnya Panwas terlalu ketat dalam menjalankan tugas kepengawasannya. Padahal menurutdia, tim sukses tugasnya mencari massa."Kalau mereka mau mencari massa selalu diintai gerak-geriknya dan ruang lingkupnya selalu dibatasi oleh Panwas, tentunya dia tidak akan memperoleh massa. Bagaimana dia dapat mensosialisasikan pasangan calon, sementara masyarakat tidak tahu calon yang akan dipilih. Kami perkirakan angka golput akan tinggi, lihat saja nanti,”ujarnya.

Ketua Panwas Pemilu Kabupaten Kebumen,Kasran SH saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa (7/6) mengatakan, fungsi Panwas memang untuk mengawasi proses Pilgub. Kalau memang ada pelanggaran terhadap proses Pilgub, Panwas akan bergerak dan menindak sesuai n aturan yang berlaku.
”Tidak mungkin Panwas akan menindak orang atau tim sukses yang tidak melakukan pelanggaran,”tegasnya. Menurut dia, penemuan beberapa pelanggaran oleh Panwas, justru menunjukkan Panwas telah bekerja. Dia menegaskan, jika selama proses Pilgub tidak ditemukan pelanggaran sama sekali, justru perlu dipertanyakan kinerja Panwas.

”Ini adalah sebuah pendewasaan politik bagi masyarakat dan ketentuannya sudah jelas dalam aturan. Panwas sifatnya hanya menjalankan teknis aturan pengawasan yang ada. Tidak mungkin Panwas akan mengada-ada,”pungkasnya(har/din/radarbanyumas)

=============================================================
KOMENTAR PEMBACA | KOMENTAR FACEBOOKER


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |

BERITA KONTROVERSIAL LAINNYA:
أحدث أقدم