KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Warga Dukuh Kuwarisan Kelurahan Panjer Kecamatan Kebumen memperingati Bulan Muharrom atau 'Suran' dan Haul Syaikh Ibrahim Asmoroqondi Jum’at (08/12)di komplek Masjid Banyumudal. Kurang lebih 6000 ingkung dan tumpeng yang dibuat warga tersaji dalam acara itu. Wakil Gubernur jawa Tengah, Dra. Rustriningsih MSi, tampak hadir pada acara tahunan warga Kuwarisan tersebut.
Tradisi turun temurun ini dilakukan warga Kuwarisan setiap Jum'at kliwon di bulan Muharram/Sura. Setiap keluarga atau keturunan asli dusun Kuwarisan, baik yang di Kebumen maupun yang di luar daerah, membuat tumpeng ingkung. Bahkan tak jarang dari mereka yang berada di luar daerah mudik ke kampung halaman untuk ikut memperingati tradisi yang disakraklan tersebut. Kalaupun tak sempat mudik, mereka menitipkan uang kepada sanak keluarga di kampung untuk membuatkan tumpeng ingkung atas nama dirinya.
Tumpeng dan ingkung ayam dikirab dari kantor kelurahan Panjer dengan ditandu untuk dibawa menuju masjid Banyumudal. Kirab dipimpin pejabat setempat diikuti warga sambil menggendong tumpeng dan ingkung masing-masing. Setelah dibacakan do’a (tahlil) bersama-sama, barulah tumpeng ingkung ayam dimakan.
Warga percaya, tradisi ini sebagai 'penolak bala'. Manfaat lain adalah sebagai sarana silaturahim, bisa berabagi dengan anak yatim dan piatu serta fakir miskin, sebagi perwujudan bersatunya umat manusia baik penguasa dan rakyatnya, juga dapat meningkatkan gizi keluarga. (bk01/mat)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Tradisi turun temurun ini dilakukan warga Kuwarisan setiap Jum'at kliwon di bulan Muharram/Sura. Setiap keluarga atau keturunan asli dusun Kuwarisan, baik yang di Kebumen maupun yang di luar daerah, membuat tumpeng ingkung. Bahkan tak jarang dari mereka yang berada di luar daerah mudik ke kampung halaman untuk ikut memperingati tradisi yang disakraklan tersebut. Kalaupun tak sempat mudik, mereka menitipkan uang kepada sanak keluarga di kampung untuk membuatkan tumpeng ingkung atas nama dirinya.
Tumpeng dan ingkung ayam dikirab dari kantor kelurahan Panjer dengan ditandu untuk dibawa menuju masjid Banyumudal. Kirab dipimpin pejabat setempat diikuti warga sambil menggendong tumpeng dan ingkung masing-masing. Setelah dibacakan do’a (tahlil) bersama-sama, barulah tumpeng ingkung ayam dimakan.
Warga percaya, tradisi ini sebagai 'penolak bala'. Manfaat lain adalah sebagai sarana silaturahim, bisa berabagi dengan anak yatim dan piatu serta fakir miskin, sebagi perwujudan bersatunya umat manusia baik penguasa dan rakyatnya, juga dapat meningkatkan gizi keluarga. (bk01/mat)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

Kesyirikan yg membudaya alias salah kaprah.
ReplyDeletemiris melihat begitu banyak kesyirikan di kampung tercinta (Kebumen)
ReplyDeletePost a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!