MEDAN (www.beritakebumen.info) - Rumah milik pasangan suami istri Richard Jatinandar Simamora (46) dan Lisbeth R Oktaviana Simanjuntak (43) diserbu ratusan warga Jalan Karya Masjid, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu malam (03/11/2012). Warga mengamuk dan merusak rumah Richard lantaran pasangan suami-istri tersebut diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga mereka bernama Tri Marni, wanita berusia 20 tahun asal Kebumen, Jawa Tengah.
Akibat kejadian tersebut, kaca-kaca rumah milik pelaku hancur berserakan. Informasi yang dihimpun Obor News.com di lokasi kejadian, peristiwa amuk warga itu terjadi saat korban tiba-tiba saja lari keluar rumah dengan kondisi wajah dan tubuh lebam.
"Waktu kita tanya, barulah ketahuan kalau selama 4 tahun bekerja, kedua majikannya terus menyiksanya. Puncaknya malam ini, mungkin karena sudah tidak tahan lagi menahan sakit, korban bisa kabur dari sekapan. Karena warga disini saja tidak pernah tahu korban bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah pak simamora dan dia memang tidak pernah lapor" urai Baharudin, Kepala Lingkungan setempat.
Dijelaskannya juga, amarah warga terpicu saat warga akan menanyakan kejadian itu kepada majikan Tri, malah pasangan suami istri itu marah dan menantang.
"Spontan amarah warga tidak terkendali. Tapi untung saja polisi yang saya hubungi cepat datang dan bisa meredam emosi penduduk disini, setelah itu korban dengan majikannya itu langsung diamankan ke Polsek Medan Barat" tambahnya.
Hingga kini, kedua pelaku dan korban, masih menjalani pemeriksaan. Sementara, kediaman pelaku masih dijaga aparat kepolisian untuk mencegah kembali terjadinya amuk warga yang masih kesal dengan peristiwa tersebut . (BAW/Teuku Yudhistira/Gunawan/obornews)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Akibat kejadian tersebut, kaca-kaca rumah milik pelaku hancur berserakan. Informasi yang dihimpun Obor News.com di lokasi kejadian, peristiwa amuk warga itu terjadi saat korban tiba-tiba saja lari keluar rumah dengan kondisi wajah dan tubuh lebam.
"Waktu kita tanya, barulah ketahuan kalau selama 4 tahun bekerja, kedua majikannya terus menyiksanya. Puncaknya malam ini, mungkin karena sudah tidak tahan lagi menahan sakit, korban bisa kabur dari sekapan. Karena warga disini saja tidak pernah tahu korban bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah pak simamora dan dia memang tidak pernah lapor" urai Baharudin, Kepala Lingkungan setempat.
Dijelaskannya juga, amarah warga terpicu saat warga akan menanyakan kejadian itu kepada majikan Tri, malah pasangan suami istri itu marah dan menantang.
"Spontan amarah warga tidak terkendali. Tapi untung saja polisi yang saya hubungi cepat datang dan bisa meredam emosi penduduk disini, setelah itu korban dengan majikannya itu langsung diamankan ke Polsek Medan Barat" tambahnya.
Hingga kini, kedua pelaku dan korban, masih menjalani pemeriksaan. Sementara, kediaman pelaku masih dijaga aparat kepolisian untuk mencegah kembali terjadinya amuk warga yang masih kesal dengan peristiwa tersebut . (BAW/Teuku Yudhistira/Gunawan/obornews)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Menyiksa orang negeri sendiri? Janganlah meniru beberapa orang negera tetangga yang sok kaya sampai nyiksa orang yang bekerja di rumah mereka.
ReplyDeletePost a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!