KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen mengembangkan bahan pangan lokal alternatif sehingga menggelar sosialisasi kepada perajin aneka jajanan di Kampung Keposan, Kecamatan Kebumen.
"Bahan pangan lokal alternatif yang kami kembangkan di wilayah pedesaan Kebumen sebagai upaya menekan penggunaan bahan pangan impor, diantaranya aneka tepung dari tanaman irut, ganyong, beras hitam dan singkong. Salah satu lokasi sosialisasi adalah sentra usaha makanan kecil Keposan dengan cara pendampingan pembuatan makanan dari bahan pangan alternatif lokal itu," ungkap Kasi Kewaspadaan Penganekaragaman Pangan Dan Gizi Kantor Ketahahan Pangan Kebumen, Kristiana Marahastuti MP, di ruang kerjanya, Kamis (29/11).
Dia menjelaskan selain memberikan pencerahan kepada para pemilik usaha jajanan di kampung tersebut, sosialisasi lewat praktek pembuatan aneka penganan mampu memperkaya khasanah jajanan bercita rasa baru di Kebumen.
"Setiap hari minimal saya membuat 500 buah jajanan seperti arem-arem, risoles dan lainnya. Keseluruhan produksi di kampung kami bisa mencapai puluhan ribu buah perhari, sehingga sangat potensial untuk penyerapan bahan baku alternatif itu," jelas Ny Yati (40), salah satu pembuat jajanan di Keposan. (Dwi)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
"Bahan pangan lokal alternatif yang kami kembangkan di wilayah pedesaan Kebumen sebagai upaya menekan penggunaan bahan pangan impor, diantaranya aneka tepung dari tanaman irut, ganyong, beras hitam dan singkong. Salah satu lokasi sosialisasi adalah sentra usaha makanan kecil Keposan dengan cara pendampingan pembuatan makanan dari bahan pangan alternatif lokal itu," ungkap Kasi Kewaspadaan Penganekaragaman Pangan Dan Gizi Kantor Ketahahan Pangan Kebumen, Kristiana Marahastuti MP, di ruang kerjanya, Kamis (29/11).
Dia menjelaskan selain memberikan pencerahan kepada para pemilik usaha jajanan di kampung tersebut, sosialisasi lewat praktek pembuatan aneka penganan mampu memperkaya khasanah jajanan bercita rasa baru di Kebumen.
"Setiap hari minimal saya membuat 500 buah jajanan seperti arem-arem, risoles dan lainnya. Keseluruhan produksi di kampung kami bisa mencapai puluhan ribu buah perhari, sehingga sangat potensial untuk penyerapan bahan baku alternatif itu," jelas Ny Yati (40), salah satu pembuat jajanan di Keposan. (Dwi)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!