KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Tak sekadar merusak lahan pertanian, erosi di sepanjang aliran Sungai Luk Ulo mengancam pemukiman penduduk. Di Desa Kedungwaru, Kecamatan Karangsambung, Kebumen sedikitnya 11 rumah warga nyaris ditelan erosi yang terjadi di sungai tersebut. Longsor juga mengancam rel kereta api yang melintasi sungai tersebut.Jika hal itu terjadi jalur KA Surabaya-Jakarta yang melalui Yogyakarta akan terputus. Bahkan tiga rumah warga di Dusun Krajan yakni milik Ralim, Mad Sukardi, dan Ny Kambari sudah dalam kondisi kritis. Pasalnya jarak bangunan dengan tebing sungai tinggal satu meter. Sedangkan delapan rumah lain yakni milik Ladin, Masinem, Mad Suwarta, San Wardi, Asmawikrama, Ali Ismun, Mad Sudarjo, dan Watin juga semakin mendekati tebing.
Kepala Desa Kedungwaru Supraptono AMd membenarkan semakin parahnya erosi yang terjadi di Sungai Luk Ulo di desanya. Apalagi pada musim hujan seperti saat ini tebing sungai terus berguguran akibat tergerus aliran air saat banjir. "Yang jelas, kalau hujan warga menjadi was-was. Pada malam hari, perangkat desa piket untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," ujarnya di sela-sela meninjau lokasi erosi, Rabu (28/11).
Didampingi Sekretaris Desa Syamsul Bahri dan Kaur Pembangunan Siswoyo, dia menambahkan, yang bisa dilakukan oleh pemerintah desa ialah penanganan jangka pendek. Yakni dengan menggerakkan warga untuk gotong royong memasang patok bambu sebagai upaya mencegah terus meluasnya erosi. Pihaknya juga telah mengusulkan penanganan jangka panjang kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta melalui Balai PSDA Progo Bogowonto Luk Ulo (Probolo) Kutoarjo.
"Beberapa waktu lalu sudah ditinjau, namun belum ada informasi bagaimana tindaklanjut penanganannya," imbuhnya.
Paku Bumi
Menurut dia, penanganan erosi tidak cukup dengan dibronjong, melainkan dengan pembangunan paku bumi. Selain itu, juga perlu pengembalian arus sungai ke lokasi semula. Sebab, saat ini, aliran sungai Luk Ulo telah bergeser jauh hingga lebih dari 300 meter. Untuk menangani Sungai Luk Ulo perlu melibatkan tiga desa di tiga kecamatan yakni Desa Kedungwaru, Kecamatan Karangsambung, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan dan Desa Karangrejo, Kecamatan Karanggayam.
"Memang semua pihak harus duduk bersama untuk mengatasi permasalahan ini," tandasnya. Sekdes Syamsul Bahri membenarkan bergesernya aliran Sungai Luk Ulo. Jika dahulu jarak rumah penduduk dengan tebing sungai lebih dari 300 meter, saat ini ada yang tinggal satu meter. Dari perhitungan, lebih dari lima hektare lahan pertanian milik warga Desa Kedungwaru yang sudah berubah menjadi sungai. "Dahulu kami masih membayar pajak, tetapi setelah pengukuran Sismiop (Sistem Manajemen Informasi Objek Pajak-red), tanah tersebut sudah tidak dihitung lagi," ujarnya.
Sementara itu, di Kelurahan Panjer, setidaknya 15 rumah juga terancam longsor. Sejumlah rumah dan satu mushala sudah hilang terbawa longsor. Pada bagian lain, penambangan pasir di sepanjang Sungai Luk Ulo semakin tak terkendali. Meski dilarang, sebagian besar penambangan tersebut dilakukan dengan mesin sedot pasir. Ironisnya, tingginya kebutuhan pasir salah satunya untuk memenuhi kebutuhan proyek pemerintah. Seperti pembangunan pasar tradisional, gedung perkantoran, hingga gedung sekolah. (J19-45/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Kepala Desa Kedungwaru Supraptono AMd membenarkan semakin parahnya erosi yang terjadi di Sungai Luk Ulo di desanya. Apalagi pada musim hujan seperti saat ini tebing sungai terus berguguran akibat tergerus aliran air saat banjir. "Yang jelas, kalau hujan warga menjadi was-was. Pada malam hari, perangkat desa piket untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," ujarnya di sela-sela meninjau lokasi erosi, Rabu (28/11).
Didampingi Sekretaris Desa Syamsul Bahri dan Kaur Pembangunan Siswoyo, dia menambahkan, yang bisa dilakukan oleh pemerintah desa ialah penanganan jangka pendek. Yakni dengan menggerakkan warga untuk gotong royong memasang patok bambu sebagai upaya mencegah terus meluasnya erosi. Pihaknya juga telah mengusulkan penanganan jangka panjang kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta melalui Balai PSDA Progo Bogowonto Luk Ulo (Probolo) Kutoarjo.
"Beberapa waktu lalu sudah ditinjau, namun belum ada informasi bagaimana tindaklanjut penanganannya," imbuhnya.
Paku Bumi
Menurut dia, penanganan erosi tidak cukup dengan dibronjong, melainkan dengan pembangunan paku bumi. Selain itu, juga perlu pengembalian arus sungai ke lokasi semula. Sebab, saat ini, aliran sungai Luk Ulo telah bergeser jauh hingga lebih dari 300 meter. Untuk menangani Sungai Luk Ulo perlu melibatkan tiga desa di tiga kecamatan yakni Desa Kedungwaru, Kecamatan Karangsambung, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan dan Desa Karangrejo, Kecamatan Karanggayam.
"Memang semua pihak harus duduk bersama untuk mengatasi permasalahan ini," tandasnya. Sekdes Syamsul Bahri membenarkan bergesernya aliran Sungai Luk Ulo. Jika dahulu jarak rumah penduduk dengan tebing sungai lebih dari 300 meter, saat ini ada yang tinggal satu meter. Dari perhitungan, lebih dari lima hektare lahan pertanian milik warga Desa Kedungwaru yang sudah berubah menjadi sungai. "Dahulu kami masih membayar pajak, tetapi setelah pengukuran Sismiop (Sistem Manajemen Informasi Objek Pajak-red), tanah tersebut sudah tidak dihitung lagi," ujarnya.
Sementara itu, di Kelurahan Panjer, setidaknya 15 rumah juga terancam longsor. Sejumlah rumah dan satu mushala sudah hilang terbawa longsor. Pada bagian lain, penambangan pasir di sepanjang Sungai Luk Ulo semakin tak terkendali. Meski dilarang, sebagian besar penambangan tersebut dilakukan dengan mesin sedot pasir. Ironisnya, tingginya kebutuhan pasir salah satunya untuk memenuhi kebutuhan proyek pemerintah. Seperti pembangunan pasar tradisional, gedung perkantoran, hingga gedung sekolah. (J19-45/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!