Bernilai Ekonomi, Nelayan Ayah Panen Ubur-Ubur

Ubur-ubur. (Foto: istimewa)
AYAH (www.beritakebumen.info) - Ubur-ubur, binatang laut tak bertulang sering dikenal beracun dan tidak memiliki nilai ekonomi. Akan tetapi kini ubur-ubur rupanya laku dijual, meski harganya tidak setinggi ikan laut lainnya. Konon ubur-ubur dapat dimanfaatkan untuk bahan kosmetik dan obat. Juga dapat dikonsumsi, dengan pengolahan khusus agar racunnya hilang.

Ubur-ubur biasa hidup di kedalaman laut. Pada kondisi pasang atau di bulan tertentu ubur-ubur akan naik ke permukaan, seperti saat ini. Para nelayan di Desa Pasir Kecamatan Ayah Kebumen memanfaatkan situasi ini untuk memanen ubur-ubur secara besar-besaran. Dengan bermodalkan perahu diesel kecil, puluhan nelayan pergi ke laut menangkap ubur-ubur guna menambah pundi-pundi penghasilan mereka.

Cara menangkap ubur-ubun pun tak terlalu sulit. Dengan alat sederhana serupa jaring, nelayan tinggal 'menggambil' ubur-ubur yang sudah naik sendiri ke permukaan.

Salah seorang nelayan, Sohidin menjelaskan, masa panen raya ubur-ubur di Pantai Ayah biasanya berlangsung mulai bulan September hingga November. Dalam sehari nelayan di Pantai Ayah dapat memanen ubur-ubur hingga 1 ton. Sedang harga jual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) adalah Rp 700,- /kg untuk ubur-ubur basah.

Di TPI Pasir sendiri tercatat sekitar 16 ton ubur-ubur basah terkumpul setiap harinya. (bk01/mat/keks)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم