Yoda Masuk Tiga Besar, Bukti Warga Kebumen Faham TI

Yoda Idol (Foto: Yodangers Indonesia)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Yoda masuk tiga besar dalam laga Indonesia Idol, merupakan bukti bahwa masyarakat Kebumen sebagian besar sudah faham dan mampu mengoperasionalkan perangkat Teknologi Informasi. Asissten Tata Pemerintahnan Sekda Kebumen, Adi Pandoyo mengungkapkan hal itu saat membuka Focus Group Discusion (FGD) Kompetensi Tenaga Teknologi Informasi mewakili Bupati, yang di adakan Pemkab Kebumen kerjasama dengan Universitas Jendral Soedirman beberapa waktu lalu.

Masuknya Yoda di tiga besar bukan lagi atas penilaian yuri, tetapi atas hasil kiriman Short Massage Service (SMS) yang diyakininya sebagian besar warga Kebumen, dengan tidak mengesampingkan vote dari penggemar luar Kebumen bahkan manca negara.

Adi Pandoya kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat luas yang telah mendukung, dan meminta untuk tetap memberikan vote ajang berikutnya. “Yoda perlu didukung karena warga Kebumen yang sedang menjadi ikon nasional,” ujarnya.

Penggabungan fungsi

Sementara itu nara sumber dari Unsoed, Dr. Ali RoKhman, M.Si memberikan pencerahan tentang kompentensi tenaga Teknologi Informasi (TI) dihadapan 60 Pegawai Negeri Sipil pada dinas instansi di Kebumen yang mengelola Program Layanan berbasis (TI).

Disampaikan trend kedepan teknologi semakin komplek, sehingga diperlukan persiapan agar tidak ketinggalan, dicontohkan pesawat Hand phone yang tadinya hanya berfungsi sebagai telpun dan mengirim pesan singkkat, sekarang bisa gabungkan (covergent) kepentingan lain seperti foto, mesin hitung, TV, dan internet, sms bangking.

Dalam FGD tesebut para peserta di minta untuk mengisi kuisioner berkait kemampuan menggunakan perangkat TI, kebutuhan teknologi dan sejauhmana komitmen pimpinan.

Direncanakan pendampingan terhadap Pemkab Kebumen selama dua tahun, di tahun 2012 difokuskan pada kegiatan kaji tindak identifikasi faktor yang memhambat dan mendorong peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia aparatur dalam implementasi e-government, identifikasi kebutuhan, dan merumuskan standar yang relevan. Tahun kedua akan disusun modul, pelaksanaan latihan dan evaluasi.

Bupati Kebumen, Buyar Winarso dalam sambutan terlulisnya mengungkapkan, kebutuhkan sumberdaya manusia yang kompeten dalam bidang teknologi informasi. merupakan tantangan yang cukup besar yang dihadapi pemerintah, dirinya menyadari bahwa belum semua aparatur di Pemkab Kebumen menguasai teknologi informasi.

Adaya pihak yang mengadakan pendampingan Tenaga Ahli Teknologi Informasi (TI) untuk mendukung pelaksanaan e-Gov di Kebumen sangat diharapkan. Sehingga bisa mendorong peningkatan kompetensi SDM aparatur pemerintah sebagai kunci bagi penerapan TI dalam organisasinya.

Layanan Elektronik


Sementara data pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, dalam pemanfaatan teknologi informasi, seperti di sampaikan Kabid Kominfo,Kinanto, untuk mendukung e-goverment telah dimulai sejak tahun 2000 dengan di bentuknya Kantor Pengelolaan Data Elektronik dan Arsip Daerah.

Sampai dengan sekarang layanan elektronik yang telah tersaji adalah web site, www.kebumenkab.go.id dengan 8 sub-domain dan berbagai informasi yang terahir Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan Pengelolaan Anggaran Daerah.

Sedangkan Kegiatan lain adalah pengelolaan jaringan koneksi data di 57 kantor dengan rincian 30 Dinas,Badan, kantor; 26 kecamatan, dan 1 organisasi pendukung. Jaringan tersebut untuk mendukung layanan eletronik Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) dan di tahun 2012 ditambah, pemeliharaan jaringan on line sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) di seluruh Puskesmas sebanyak 35 titik.


Lola

Di samping untuk jaringan komunikasi data layanan pada masyarakat langsung adalah Akses Internet Gratis, yang tersambung di 55 titik yang di pancarkan dari kantor Dinas, Badan dan kecamatan se kabupaten Kebumen. Sedangkan lokasi strategis ada dua yang telah terpasang, di seputar Alun-alun dan Taman Sarbini.

Di akui oleh Kinanto, pada saat-saat tertentu jaringan akses internet baik untuk akses data maupun internet gratis cendurung lambat atau louding lambat (Lola), utamanya pada pagi hari.

Hal tersebut dikarenakan kecenderungan pengguna pada waktu yang bersamaan, asumsi apabila di setiap kantor terdapat dua sampai lima unit komputer, maka diperkirakan komputer yang terkoneksi jaringan antara 110 sampai 275 unit, belum tehitung yang menggunakan akses internet gratis.

Di Dishubkominfo sendiri sudah dipasang perangkat monitor, dan apabila ada Jaringan yang putus segera mendakan deteksi dan penanganan, demikian juga untuk lebar pita (bond width) yang ditahun 2011 hanya empat Mbps sekarang terpasang 11 Mbps. “Oleh karena itu dipagi hari terpaksa diarahkan untuk penguatan layanan masyarakat dulu, dan akses internet gratis diharapkan dapat memakai mulai pukul 12 siang. ujarnya”

Kendala komunikasi data yang sering ditemui disamping faktor cuaca, yang perlu mendapat perhatian bersama adalah perawatan rutin komputer, meskipun sekedar dibersihkan dari debu, di refres selesai digunakan, dan gudang data apabila sudah penuh untuk ditata atau dikosongkan.

Sehingga dengan adanya bantuan kerja sama dari Unsoed, kegiatan pemetaan kompetensi tenaga TI, akan meningkatkan pemahaman pemeliharaan jaringan komunikasi data dan penguasaan teknologi informasi. (Kin/kbmkab)


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم