Harga Kecipir Anjlok, Petani Pasrah

PONCOWARNO (www.beritakebumen.info) - Petani sayuran di Desa Sokareni, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen, hanya bisa pasrah dengan anjloknya harga kecipir dari semula Rp 1.500 menjadi hanya Rp 700 per ikat.

Anjloknya harga terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini. "Semula bakul berani membeli Rp 1.500, kemudian Rp 1.300, setelah itu langsung turun menjadi hanya Rp 700 per ikat," ujar Soleh (56) yang menanam 200 pohon kecipir, Senin (18/6).

Kecipir di desa pegunungan itu ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lain. Di awal musim kemarau ini, petani bekerja lebih keras karena harus menyiram tanamannya.

Pemetikan dilakukan tiga hari sekali. Dari 200 pohon kecipir, Soleh hanya bisa memperoleh 30-50 ikat, setiap ikatnya berisi 20-25 kecipir.

"Memasuki musim kemarau, pohonnya banyak yang layu sehingga tidak banyak yang bisa dipetik. Kalau tidak disiram bisa mati," ungkap Soleh yang tidak tahu alasan bakul membeli hasil panennya dengan harga murah. (Suk/krjgj)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post