AYAH (www.beritakebumen.info) - Nilai penjualan ikan atau raman di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, merosot tajam akibat gelombang besar hingga tidak semua nelayan berani melaut."Dari sekitar 800 nelayan Pasir, hanya sekitar 30 persennya yang berani melaut," jelas Kepala TPI Pasir, Solatun, Minggu (3/6).
Gelombang besar selalu terjadi di Pantai Pasir setiap datang musim angin timur seperti sekarang. Apalagi Pantai Pasir berada di timur daratan yang menjorok ke laut atau tanjung. Sehingga angin timur dengan ombak besarnya, langsung menuju pantai tanpa halangan.
Bahkan terkadang, terjadi ombak yang lebih besar sehingga tidak ada satu pun nelayan yang berani melaut. Terkadang pula, ombaknya normal saat nelayan berangkat melaut. Namun ketika hendak mendarat, ombak berubah besar sehingga nelayan Pasir memilih mendarat di TPI Karangduwur atau Argopeni.
Menurut Solatun, angin timur biasanya akan berlangsung hingga bulan Juli mendatang. Selama musim angin timur, raman TPI Pasir merosot tajam.
"Kalau lagi gelombangnya normal, dalam sehari bisa mencapai Rp 180 juta hingga Rp 200 juta. Namun sejak musim angin timur, hanya Rp 20 juta hingga Rp 40 juta per hari. Hasil tangkapan nelayan berupa bawal putih yang harganya Rp 60 ribu hingga Rp 200 ribu per kilogram," ungkapnya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kebumen, Saman, yang dihubungi terpisah mengatakan, angin timur tidak begitu berpengaruh terhadap aktivitas nelayan Pantai Karangduwur dan Argopeni. Pasalnya, kedua tempat pendaratan perahu itu berada di sebelah barat tanjung.
"Aktivitas nelayan Karangduwur dan Argopeni akan terganggu jika datang musim angin barat," ungkap Saman. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!