KEBUMEN (The Independent News) - Peristiwa naas minibus Suzuki Carry AD 9201 PC yang hancur tertabrak Kereta Api (KA) Kutojaya di perlintasan tanpa pintu KM 456+0/1 Desa Argopeni Kecamatan/Kabupaten Kebumen, Rabu (16/5) sekitar pukul 18.45, diduga akibat rodanya terjebak rel.
Dugaan itu disampaikan sejumlah warga meski tidak ada yang melihat dari jarak dekat sebab-sebab Carry berpenumpang 10 orang itu, tiba-tiba berhenti di tengah perlintasan KA.
"Biasanya kalau ada mobil atau motor yang berhenti di tengah perlintasan, karena rodanya terjebak lubang dalam di antara dua rel, terutama di sisi kanan dan kiri," jelas Warto (54) warga setempat.
Kendaraan yang terjebak biasanya dari luar daerah yang tidak terbiasa melintas. Apalagi kalau malam sangat gelap dengan kondisi jalan sedikit menanjak sehingga lubang rel yang cukup dalam tidak terlihat.
Dugaan itu yang membuat Carry yang disopiri pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid II Desa Tambakrejo Kecamatan/Kabupaten Purworejo Kiai Asnawi Alwi Al-Hafidz (38) gagal melintasi hingga tertabrak dan terseret KA Kutojaya sejauh sekitar 500 meter.
Peristiwa tersebut disaksikan warga dari kejauhan. "Saya melihat ada mobil berhenti di tengah rel dengan suara mesin menderu keras. Tidak lama kemudian datang KA dari arah timur dengan suara klakson yang keras dan berulang-kali. Ketika tertabrak, terdengar bunyi ledakan dan keluar api," ungkap Munasiah (50) yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari perlintasan KA Argopeni. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Dugaan itu disampaikan sejumlah warga meski tidak ada yang melihat dari jarak dekat sebab-sebab Carry berpenumpang 10 orang itu, tiba-tiba berhenti di tengah perlintasan KA.
"Biasanya kalau ada mobil atau motor yang berhenti di tengah perlintasan, karena rodanya terjebak lubang dalam di antara dua rel, terutama di sisi kanan dan kiri," jelas Warto (54) warga setempat.
Kendaraan yang terjebak biasanya dari luar daerah yang tidak terbiasa melintas. Apalagi kalau malam sangat gelap dengan kondisi jalan sedikit menanjak sehingga lubang rel yang cukup dalam tidak terlihat.
Dugaan itu yang membuat Carry yang disopiri pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid II Desa Tambakrejo Kecamatan/Kabupaten Purworejo Kiai Asnawi Alwi Al-Hafidz (38) gagal melintasi hingga tertabrak dan terseret KA Kutojaya sejauh sekitar 500 meter.
Peristiwa tersebut disaksikan warga dari kejauhan. "Saya melihat ada mobil berhenti di tengah rel dengan suara mesin menderu keras. Tidak lama kemudian datang KA dari arah timur dengan suara klakson yang keras dan berulang-kali. Ketika tertabrak, terdengar bunyi ledakan dan keluar api," ungkap Munasiah (50) yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari perlintasan KA Argopeni. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!