KEBUMEN (The Independent News) - Mengingat tingginya ancaman bencana di Kabupaten Kebumen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) makin intensif melakukan latihan antisipasi bencana alam, terutama bencana tanah longsor dan tsunami. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kebumen Ir Made Wirawan didampingi Kasi Kesiapsiagaan Salam SH kemarin menjelaskan, tahun ini dilakukan beberapa pelatihan. Bahkan pelatihan mengikutsertakan kalangan PNS di dinas dan instansi, kecamatan serta dari kalangan dunia usaha dan relawan.
Pada Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Kamis kemarin, diikuti 40 peserta dari unsur dinas dan kecamatan, swasta serta para relawan, juga membahas berbagai hal dalam mengantisipasi bencana. Bahkan sore hari dilanjutkan praktik kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.
Menurut Salam, dari penilaian BNPB dan BPBD Jateng, wilayah Kabupaten Kebumen meliputi 26 Kecamatan dan 460 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa, tergolong rawan bencana. Baik bencana alam banjir, tanah longsor, gempa, dan tsunami.
Apalagi Kebumen memiliki garis pantai 55 km membujur dari Kecamatan Ayah di perbatasan Cilacap ke timur sampai Kecamatan Mirit perbatasan Purworejo. Pihaknya telah menerima instruksi agar terus meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi menghadapi bencana gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami di pantai selatan.
"Kami terus berkomunikasi langsung BNPB dan BPBD Provinsi Jateng," tandas Salam.
Sosialisasikan Langsung
Salam menjelaskan, pelatihan pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan itu dalam dua tahap. Tahap kedua juga akan diikuti 40 peserta dari unsur masyarakat, dinas dan kecamatan, serta relawan. Materi pelatihan dari Bappeda, PMI Kebumen serta dari semua kepala bidang di BPBD.
Dia mengharapkan, setelah pelatihan, para peserta bisa menyebarluaskan informasi atau menyosialisasikan secara langsung kepada masyarakat. Apalagi aparat di kecamatan, relawan, dan dunia usaha berhubungan langsung dengan masyarakat. BPBD berharap informasi kesiapsiagaan menghadapi bencana alam itu bisa tersebar luas ke masyarakat.
Sebelumnya Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Drs H Djoko Waluyo MMPd menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi berbagai bencana serta mengenali ancaman secara dini. Apalagi Kebumen tergolong sangat rawan bencana longsor dan tsunami.
Menurut Djoko, saat ini pihaknya memiliki satu unit mobil lapangan atau mobil rescue, empat unit mobil pemadam kebakaran, dua sepeda trail, dan tiga mobil tangki air.
Namun tiga mobil pemadam sudah tua, buatan tahun 1982. Sekretariat BPBD Kebumen Jalan Arungbinang 13 masih di kompleks perkantoran Pemkab. (B3-84)/suaramerdeka
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Pada Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Kamis kemarin, diikuti 40 peserta dari unsur dinas dan kecamatan, swasta serta para relawan, juga membahas berbagai hal dalam mengantisipasi bencana. Bahkan sore hari dilanjutkan praktik kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.
Menurut Salam, dari penilaian BNPB dan BPBD Jateng, wilayah Kabupaten Kebumen meliputi 26 Kecamatan dan 460 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa, tergolong rawan bencana. Baik bencana alam banjir, tanah longsor, gempa, dan tsunami.
Apalagi Kebumen memiliki garis pantai 55 km membujur dari Kecamatan Ayah di perbatasan Cilacap ke timur sampai Kecamatan Mirit perbatasan Purworejo. Pihaknya telah menerima instruksi agar terus meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi menghadapi bencana gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami di pantai selatan.
"Kami terus berkomunikasi langsung BNPB dan BPBD Provinsi Jateng," tandas Salam.
Sosialisasikan Langsung
Salam menjelaskan, pelatihan pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan itu dalam dua tahap. Tahap kedua juga akan diikuti 40 peserta dari unsur masyarakat, dinas dan kecamatan, serta relawan. Materi pelatihan dari Bappeda, PMI Kebumen serta dari semua kepala bidang di BPBD.
Dia mengharapkan, setelah pelatihan, para peserta bisa menyebarluaskan informasi atau menyosialisasikan secara langsung kepada masyarakat. Apalagi aparat di kecamatan, relawan, dan dunia usaha berhubungan langsung dengan masyarakat. BPBD berharap informasi kesiapsiagaan menghadapi bencana alam itu bisa tersebar luas ke masyarakat.
Sebelumnya Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Drs H Djoko Waluyo MMPd menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi berbagai bencana serta mengenali ancaman secara dini. Apalagi Kebumen tergolong sangat rawan bencana longsor dan tsunami.
Menurut Djoko, saat ini pihaknya memiliki satu unit mobil lapangan atau mobil rescue, empat unit mobil pemadam kebakaran, dua sepeda trail, dan tiga mobil tangki air.
Namun tiga mobil pemadam sudah tua, buatan tahun 1982. Sekretariat BPBD Kebumen Jalan Arungbinang 13 masih di kompleks perkantoran Pemkab. (B3-84)/suaramerdeka
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!