Puting Beliung Rusak17 Rumah

BULUSPESANTREN (The Independent News) - Sebanyak 17 rumah di Desa Ambalkumolo, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen hancur diterjang angin puting beliung, Selasa (20/3).

Kondisi rumah warga yang menjadi korban angin, rata-rata mengalami rusak berat. Bahkan, atap rumah milik Ahmad Jajuri (63) di Dusun Jeblog RT 2 RW 1 Desa Ambalkumolo terlempar hingga puluhan meter. Rumah milik Habibah (65) ambruk dan tidak bisa ditempati lagi.

Para penghuninya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan. Dua rumah lagi yang rusak parah yakni milik Sutrisno (40) dan Sarno (45). Keduanya warga Dusun Sumur Lor RT 2 RW 2.

Kondisi rumah dari keluarga tidak mampu itu memprihatinkan. Seperti rumah milik Sutrisno yang jebol pada dindingnya. Atap rumahnya juga hancur berantakan. Ia dan satu anaknya yang masih duduk di bangku kelas V SD itu pun sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi. Kini, mereka mengungsi dan hanya bisa mengandalkan bantuan dari tetangga dan pihak terkait.

Angin puting beliung di Desa Ambalkumolo mengamuk di dua dusun. Di Dusun Jeblog terdapat rumah rusak, yakni milik Parmono (40), Toto Ngadmanto (45), Sudiyono (45), dan Sunardi (60). Sebagian besar rusak pada atapnya.

Di Dusun Sumur Lor yakni rumah Sumarno (77), Kasijo (37), Sudarmono (63), Suprayitno (40), Suprato (35), Darminto (36), Robiyah (62), Maryunah (45) dan Madmuhyat (50).

Menurut Lastri (43), warga Desa Ambalkumolo, kejadian itu berlangsung hanya sekitar lima menit dari pukul 01.10 - 01.15. Angin kencang tersebut membuat warga setempat cemas. Sebagian yang terbangun dari tidur itu menjerit minta tolong. Suasana dini hari itu mencekam. Mereka tidak berani keluar rumah.

Pohon Tumbang

Saat panik warga memuncak, suara gemuruh angin justru bertambah kencang lagi. "Angin yang paling kencang sekitar satu menit, yang disusul bunyi grumbyang.., grumbyang," jelas Parman (45), warga setempat.

Ternyata suara tersebut dari pohon tumbang yang menimpa rumah serta atap rumah yang beterbangan. Teriakan warga yang meminta tolong pun menjadi bersahut-sahutan. Mereka yang masih berada di dalam rumah basah kuyup terkena hujan.

Kepala Desa Ambalkumolo, Budiyono langsung mengecek kondisi desa yang disapu puting beliung tersebut. "Kami juga melaporkan ke pihak kecamatan dan BPBD," jelasnya.

Ia sendiri mengaku ikut panik. Suasana mulai mereda saat mengetahui tidak ada korban jiwa. Kendati demikian, ia terus mendata para korban yang rumahnya rusak.

Hingga keesokan harinya, warga dikerahkan untuk kerja bakti memperbaiki rumah yang rusak. Dari petugas BPBD Kabupaten Kebumen dan personel Koramil serta Polsek Buluspesantren juga mendatangi lokasi kejadian.

Mereka bahu membahu memperbaiki rumah yang rusak serta memotong pohon yang bertumbangan. Namun, upaya yang dilakukan petugas bersama warga terkendala hujan.

"Kami datang ke lokasi dengan mambawa dua unit senso," tandas Kepala BPBD Kabupaten Kebumen, Drs Djoko Waluyo MMPd melalui Kasi Kedaruratan, Arif Rahmadi SSos saat ditemui Suara Merdeka di lokasi, kemarin. (K5-53/suaramerdeka)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم