AYAH (The Independent News) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen terus mendata perahu milik nelayan di Kecamatan Ayah yang rusak akibat dihantam gelombang pasang. Data terakhir, jumlah perahu rusak yang dilaporkan mencapai 33 unit, mulai dari hilang terbawa gelombang, rusak parah hingga ringan.
Padahal, untuk memperbaiki perahu yang rusak membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar dua mingguan. Selama menunggu perbaikan perahu itu, praktis nelayan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah.
’’Puluhan nelayan di sini terancam tidak bisa melaut lagi. Saya hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah,’’ kata seorang nelayan.
Dia menjelaskan, untuk membeli perahu yang hilang atau rusak para nelayan tidak akan mampu. Apalagi harga perahu yang bagus saat ini mencapai Rp 12 juta, sedangkan mesinya mencapai 17 juta.
’’Dari mana dapat uang segitu (Rp 12 juta-red), untuk makan keluarga saja susah,’’ ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kebumen drh Suhartilah Jumaryanti mengatakan, kerusakan perahu nelayan tersebar tiga lokasi di Kecamatan Ayah. Yakni Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Pantai Pedalen, Desa Argopeni dan Pantai Pasir, Desa Pasir.
Salah satu perahu yang rusak akibat gelombang ialah perahu berukuran 5 grosston bantuan pemerintah. Perahu yang dikelola kelompok nelayan Samudera Jaya tersebut hancur terbentur karang saat disandarkan di Pantai Pedalen.
Seperti diberitakan, gelombang pasang yang melanda laut selatan mengakibatkan para nelayan di Kecamatan Ayah, menderita kerugian cukup besar. Bagaimana tidak, sedikitnya 25 perahu milik nelayan yang disandarkan di tepi pantai rusak akibat diterjang gelombang pasang.
Sejak gelombang pasang terjadi bersamaan dengan angin kencang seminggu lalu memaksa sebagian besar nelayan libur melaut.
Merujuk informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng, kecepatan angin diperkirakan lebih dari 20 km/jam ini menyebabkan tinggi ombak di perairan selatan Jawa berkisar 1-4 meter. Untuk itu nelayan di perairan selatan perlu mewaspadai hembusan angin dan tingginya gelombang.
“Memang diperkirakan hingga tanggal 17 Maret angin dan gelombang di laut selatan masih tinggi. Kami mengimbau kepada para melayan untuk tidak memaksakan diri melaut dulu,” ujarnya.
Bantuan Beras
Disinggung upaya yang dilakukan, dia menerangkan, pihaknya melakukan program jangka pendek hingga jangka panjang. Salah satu jangka pendek ialah mengalokasikan beras cadangan milik Pemkab Kebumen yang ada di gudang Bulog untuk membantu para nelayan yang menjadi korban gelombang pasang. Hal itu juga untuk mengatasi peceklik yang dihadapi para nelayan.(J19-45|suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Padahal, untuk memperbaiki perahu yang rusak membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar dua mingguan. Selama menunggu perbaikan perahu itu, praktis nelayan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah.
’’Puluhan nelayan di sini terancam tidak bisa melaut lagi. Saya hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah,’’ kata seorang nelayan.
Dia menjelaskan, untuk membeli perahu yang hilang atau rusak para nelayan tidak akan mampu. Apalagi harga perahu yang bagus saat ini mencapai Rp 12 juta, sedangkan mesinya mencapai 17 juta.
’’Dari mana dapat uang segitu (Rp 12 juta-red), untuk makan keluarga saja susah,’’ ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kebumen drh Suhartilah Jumaryanti mengatakan, kerusakan perahu nelayan tersebar tiga lokasi di Kecamatan Ayah. Yakni Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Pantai Pedalen, Desa Argopeni dan Pantai Pasir, Desa Pasir.
Salah satu perahu yang rusak akibat gelombang ialah perahu berukuran 5 grosston bantuan pemerintah. Perahu yang dikelola kelompok nelayan Samudera Jaya tersebut hancur terbentur karang saat disandarkan di Pantai Pedalen.
Seperti diberitakan, gelombang pasang yang melanda laut selatan mengakibatkan para nelayan di Kecamatan Ayah, menderita kerugian cukup besar. Bagaimana tidak, sedikitnya 25 perahu milik nelayan yang disandarkan di tepi pantai rusak akibat diterjang gelombang pasang.
Sejak gelombang pasang terjadi bersamaan dengan angin kencang seminggu lalu memaksa sebagian besar nelayan libur melaut.
Merujuk informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng, kecepatan angin diperkirakan lebih dari 20 km/jam ini menyebabkan tinggi ombak di perairan selatan Jawa berkisar 1-4 meter. Untuk itu nelayan di perairan selatan perlu mewaspadai hembusan angin dan tingginya gelombang.
“Memang diperkirakan hingga tanggal 17 Maret angin dan gelombang di laut selatan masih tinggi. Kami mengimbau kepada para melayan untuk tidak memaksakan diri melaut dulu,” ujarnya.
Bantuan Beras
Disinggung upaya yang dilakukan, dia menerangkan, pihaknya melakukan program jangka pendek hingga jangka panjang. Salah satu jangka pendek ialah mengalokasikan beras cadangan milik Pemkab Kebumen yang ada di gudang Bulog untuk membantu para nelayan yang menjadi korban gelombang pasang. Hal itu juga untuk mengatasi peceklik yang dihadapi para nelayan.(J19-45|suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!