KEBUMEN - Akses transportasi dari Kecamatan Adimulyo, Puring, menuju Kecamatan Kuwarasan dan Gombong yang melalui Desa Purwodadi terancam putus. Ambrolnya fondasi di kedua sisinya mengakibatkan jembatan Kali Gombong menggantung dan nyaris ambles. Fondasi ambrol tergerus banjir.
Akibatnya, jembatan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Untuk sementara, jembatan yang menghubungkan Desa Purwodadi dengan Kalipurwo itu masih bisa dilalui sepeda maupun kendaraan bermotor.
"Tetapi, melihat kondisinya yang cukup parah, jika terjadi banjir lagi jembatan akan terputus," ujar Kepala Desa Purwodadi, Aris Wijoyono kepada Suara Merdeka di lokasi jembatan, Kamis (3/11).
Dia yang didampingi sejumlah perangkat desa menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian itu kepada Bupati Kebumen. Surat tembusan disampaikan ke satuan kerja terkait termasuk Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Dia berharap dapat segera ditindaklanjuti mengingat jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat Desa Purwodadi dan sekitarnya.
Dampak Normalisasi
Lebih lanjut, Aris menyampaikan, ambrolnya fondasi jembatan merupakan dampak pengerukan dan pelebaran (normalisasi) sungai serta peninggian tanggul jembatan yang tidak disertai penyempurnaan jembatan. Akibatnya sungai lebih lebar dari jembatan sehingga saat terjadi banjir fondasi di kanan kiri terkikis arus sungai.
"Jembatan ini memiliki panjang 16,60 meter dengan lebar 3,70 meter. Adapun lebar sungai sudah lebih dari 16,60 meter," imbuhnya.
Sekretaris Desa Purwodadi Sugiyanto menambahkan, ambrolnya fondasi jembatan itu sudah terjadi sepekan lalu yakni Jumat (28/10). Saat itu, terjadi hujan deras sehingga arus sungai sangat besar. Tidak ada korban dalam kejadian itu.
Dia menambahkan, selain bagi warga Desa Purwodadi jembatan yang dibangun terakhir sekitar 25 tahun lalu sangat vital terutama bagi Desa Tegalsari, Kecamatan Adimulyo dan Madurejo Kecamatan Puring. Sebab jembatan itu merupakan akses utama menuju Pasar Purwogondo maupun ke Kota Gombong.
"Apalagi jembatan ini juga dimanfaatkan untuk anak-anak yang akan pergi ke sekolah," tandasnya. (J19-45 | Suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Akibatnya, jembatan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Untuk sementara, jembatan yang menghubungkan Desa Purwodadi dengan Kalipurwo itu masih bisa dilalui sepeda maupun kendaraan bermotor.
"Tetapi, melihat kondisinya yang cukup parah, jika terjadi banjir lagi jembatan akan terputus," ujar Kepala Desa Purwodadi, Aris Wijoyono kepada Suara Merdeka di lokasi jembatan, Kamis (3/11).
Dia yang didampingi sejumlah perangkat desa menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian itu kepada Bupati Kebumen. Surat tembusan disampaikan ke satuan kerja terkait termasuk Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Dia berharap dapat segera ditindaklanjuti mengingat jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat Desa Purwodadi dan sekitarnya.
Dampak Normalisasi
Lebih lanjut, Aris menyampaikan, ambrolnya fondasi jembatan merupakan dampak pengerukan dan pelebaran (normalisasi) sungai serta peninggian tanggul jembatan yang tidak disertai penyempurnaan jembatan. Akibatnya sungai lebih lebar dari jembatan sehingga saat terjadi banjir fondasi di kanan kiri terkikis arus sungai.
"Jembatan ini memiliki panjang 16,60 meter dengan lebar 3,70 meter. Adapun lebar sungai sudah lebih dari 16,60 meter," imbuhnya.
Sekretaris Desa Purwodadi Sugiyanto menambahkan, ambrolnya fondasi jembatan itu sudah terjadi sepekan lalu yakni Jumat (28/10). Saat itu, terjadi hujan deras sehingga arus sungai sangat besar. Tidak ada korban dalam kejadian itu.
Dia menambahkan, selain bagi warga Desa Purwodadi jembatan yang dibangun terakhir sekitar 25 tahun lalu sangat vital terutama bagi Desa Tegalsari, Kecamatan Adimulyo dan Madurejo Kecamatan Puring. Sebab jembatan itu merupakan akses utama menuju Pasar Purwogondo maupun ke Kota Gombong.
"Apalagi jembatan ini juga dimanfaatkan untuk anak-anak yang akan pergi ke sekolah," tandasnya. (J19-45 | Suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!