Tunggakan di RSUD Rp 700 Juta

KEBUMEN-Jumlah tagihan biaya pengobatan pasien di RSUD Kebumen yang belum terbayar jumlahnya cukup besar. Pihak pengelola RSUD Kebumen mencatat, tunggakan biaya pengobatan selama lima tahun terakumulasi mencapai Rp 700 juta.

Direktur RSUD Kebumen dr H Suprayitno MM didampingi Kepala Bidang Keuangan HM Khaidor menyampaikan, sejak tahun 2005 hingga akhir September 2011 tunggakan tagihan mencapai Rp 700 juta. Dalam sebulan, rata-rata terdapat 60-70 pasien yang belum melunasi tagihan biaya rumah sakit.

“Dalam sebulan total tagihan yang belum dibayar mencapai Rp 10-Rp 20 juta,” ujar dr H Suprayitno MM kepada wartawan di Gedung Press Center, Kebumen, belum lama ini.

Kendati nominal piutang termasuk besar, namun jumlah itu masih tergolong wajar dan belum mengganggu keuangan rumah sakit. Pasalnya jumlah tagihan yang belum terbayar masih sekitar 0,6-0,8 % dari total pendapatan RSUD selama setahun.

Kepala Bidang Keuangan HM Khaidor menambahkan, rata-rata setiap tahun terdapat sekitar Rp 125 juta piutang RSUD yang belum tertagih. Piutang tersebut bisa lebih besar jika tidak ada program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Munculnya masalah tunggakan itu, ujar dia, karena tidak semua pasien yang dirawat di RSUD Kebumen langsung melunasi tagihan biaya rumah sakit. Ada pasien yang hanya menitip uang muka pembayaran dan hanya menandatangani surat pernyataan siap pembayaran. Meskipun begitu, saat ditagih adapula yang kesulitan membayarnya.
“Ada yang sudah bertahun-tahun tagihannya belum terbayar,” ujarnya.(suaramerdeka.com)


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

1 Comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

  1. jadi jamkesmas maupun jamkesda pun belum mampu meringankan beban pasien miskin...

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post