Hasil Tangkapan Nelayan Meningkat

Kapal berbobot 5 grosston (GT) bantuan Pemerintah Kabupaten Kebumen terbukti mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Dengan kapal yang mampu menjangkau zona ekonomi eksklusif (ZEE) itu, nelayan bisa mendapatkan hasil penjualan ikan Rp 5 juta hingga Rp 9 juta per trip.

Modernisasi sarana alat tangkap ikan dilakukan Pemerintah Kabupaten Kebumen dengan memberi bantuan 4 kapal berbobot 5 GT pada Agutus 2011. Kapal tersebut diserahkan untuk digunakan oleh kelompok nelayan di Kecamatan Ayah, yakni Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mugi Lancar Desa Argopeni, KUB Samudra Jaya Desa Argopeni, KUB Mina Bahari Desa Ayah, dan KUB Mekar Sari Desa Ayah.

Menurut Kasi Sarana Prasarana Penangkapan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Peperla) Kabupaten Kebumen, Ir Priyo Widodo, dengan menggunakan kapal berbobot 5 GT, nelayan mendapatkan hasil penjualan ikan Rp 5 juta hingga Rp 9 juta per trip dengan rata-rata biaya operasional Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta untuk pelayaran selama 2 hari 3 malam. Padahal kapal yang dilengkapi mesin 36 PK, jaring gillnet, pancing rowal dengan 600 mata pancing, serta fishiries detector atau alat deteksi ikan, mampu beroperasi hingga 2 minggu.

Selama ini nelayan Kabupaten Kebumen masih menggunakan kapal penangkap ikan sederhana berukuran 1 GT yang hanya mampu menjangkau laut maksimal 4 mil dari pantai. Tidak mengherankan jika produksi perikanan laut Kabupaten Kebumen masih rendah, hanya sekitar 2 ribu ton per tahun.

"Hasil tangkapan dengan kapal 5 GT jauh lebih menguntungkan karena dengan kapal berbobot 1 GT, hasil tangkapan nelayan hanya Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta dengan biaya operasional rata-rata Rp 300 ribu per trip. Itu pun sering harus tidak melaut karena kendala alam berupa gelombang besar," jelas Priyo, Rabu (26/10).

Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Kebumen akan melakukan restrukturisasi dan modernisasi seluruh armada kapal yang ada agar nelayan Kebumen mampu menjangkau daerah penangkapan ikan di luar perairan pantai.

Harapannya nelayan mampu memanfaatkan secara optimal perairan Samudera Hindia di bagian selatan Kabupaten Kebumen yang memiliki potensi sumberdaya ikan sekitar 662 ribu ton per tahun.(KRJogja)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post