Kecelakaan maut yang menimpa rombongan asal Karangsambung, Kebumen di Km 93+100 tol Purbaleunyi, Purwakarta pada Rabu (7/9) diduga akibat sopir mengantuk. Hal ini dipaparkan Kepala Induk Patroli Jalan Raya Tol Purbaleunyi, Kompol Andreas Panit.
Menurutnya, Sigit Aris Sugito sopir travel Citra itu diduga mengalami kelelahan ketika melewati tol tersebut. Akibatnya, kecelakaan maut itu pun tak terhindarkan. "Kemungkinan mengantuk, karena yang bersangkutan mengaku sempat 'hilang beberapa saat' sebelum tersadar kendaraannya sudah menempel dengan truk," jelasnya
Begitu tersadar, 'pantat' truk tepat berada di depannya, sopir kemudian melakukan pengereman mendadak. Tapi upaya tersebut sudah percuma, karena laju beban kendaraan tak bisa dikendalikan lagi sehingga tabrakan tak bisa dihindari lagi.
Berdasarkan perkiraan polisi, kendaraan yang tengah melaju ke arah Jakarta dalam suasana arus balik itu menggenjot kecepatannya hingga 100 km. Badan kendaraan juga rusak berat karena terbanting akibat pengereman seketika dalam kecepatan tinggi itu.
Korban sebanyak enam orang tewas di tempat, sedangkan dua lainnya dalam perjalanan menuju RS Efarina Etaham, Purwakarta. Mereka ditemukan dalam kondisi menumpuk di dalam kabin kendaraan yang nahas itu. Menurut Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Herbas Sudewa, Sunaryo merupakan sopir yang bergantian menyopiri mikrobus itu dengan sopir Sigit.
Selain syok, Sigit juga dilaporkan hanya mengalami luka-luka. Sampai kemarin, dia masih dimintai keterangan polisi untuk mempertanggungjawabkan peristiwa tersebut. "Masih diperiksa," tandasnya.
Zig-zag
Menurut seorang penumpang, Sri Mulyani (19), rombongan travel itu berangkat dari Karangsambung pada Selasa pukul 20.00 Wib. Perjalanan dilakukan melalui jalur selatan. Dia mengaku tak bisa tidur selama perjalanan.
Ketika memasuki tol, perempuan yang berkerja sebagai baby sitter merasa kendaraan itu melaju dengan kencang. Kendaraan juga terasa seperti berjalan zig-zag. Dia yang duduk di jok belakang kemudian berusaha tidak terlalu memperhatikan jalan. "Kecepatannya tinggi, sebelum tiba-tiba saja menabrak kendaraan di depan," katanya menggambarkan pengalaman mengerikan pada dinihari itu.
Dia sendiri mengalami luka ringan. "Saya sendiri tidur selama perjalanan, saya tidak tahu sopir bawa kendaraannya bagaimana, tahu-tahu sudah berada di RS," timpal Siwan (42), warga Karangsambung tak kalah syoknya.
Dia makin terbebani karena istrinya Karsinah dirawat. Menurut Siwan, mereka berangkat berombongan dari Karangsambung. Lokasi kecelakaan sendiri berada di jalur agak lurus dengan lengkungan ke kiri yang panjang. Kontur jalan di kawasan itu agak landai.
Kondisi tersebut jelas membutuhkan kehati-hatian. Akhir pekan lalu, istri Saipul Jamil, Virginia juga menjadi korban dalam peristiwa kecelakaan di jalan tol Purbaleunyi di Km 96. "Yang penting ingat akan rambu-rambu selama di jalan tol, dan perhatikan peringatan yang dipasang di jalan tol. Toh ini demi keselamatan berkendara," tandas Kompol Andreas.
(suaramerdeka.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Menurutnya, Sigit Aris Sugito sopir travel Citra itu diduga mengalami kelelahan ketika melewati tol tersebut. Akibatnya, kecelakaan maut itu pun tak terhindarkan. "Kemungkinan mengantuk, karena yang bersangkutan mengaku sempat 'hilang beberapa saat' sebelum tersadar kendaraannya sudah menempel dengan truk," jelasnya
Begitu tersadar, 'pantat' truk tepat berada di depannya, sopir kemudian melakukan pengereman mendadak. Tapi upaya tersebut sudah percuma, karena laju beban kendaraan tak bisa dikendalikan lagi sehingga tabrakan tak bisa dihindari lagi.
Berdasarkan perkiraan polisi, kendaraan yang tengah melaju ke arah Jakarta dalam suasana arus balik itu menggenjot kecepatannya hingga 100 km. Badan kendaraan juga rusak berat karena terbanting akibat pengereman seketika dalam kecepatan tinggi itu.
Korban sebanyak enam orang tewas di tempat, sedangkan dua lainnya dalam perjalanan menuju RS Efarina Etaham, Purwakarta. Mereka ditemukan dalam kondisi menumpuk di dalam kabin kendaraan yang nahas itu. Menurut Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Herbas Sudewa, Sunaryo merupakan sopir yang bergantian menyopiri mikrobus itu dengan sopir Sigit.
Selain syok, Sigit juga dilaporkan hanya mengalami luka-luka. Sampai kemarin, dia masih dimintai keterangan polisi untuk mempertanggungjawabkan peristiwa tersebut. "Masih diperiksa," tandasnya.
Zig-zag
Menurut seorang penumpang, Sri Mulyani (19), rombongan travel itu berangkat dari Karangsambung pada Selasa pukul 20.00 Wib. Perjalanan dilakukan melalui jalur selatan. Dia mengaku tak bisa tidur selama perjalanan.
Ketika memasuki tol, perempuan yang berkerja sebagai baby sitter merasa kendaraan itu melaju dengan kencang. Kendaraan juga terasa seperti berjalan zig-zag. Dia yang duduk di jok belakang kemudian berusaha tidak terlalu memperhatikan jalan. "Kecepatannya tinggi, sebelum tiba-tiba saja menabrak kendaraan di depan," katanya menggambarkan pengalaman mengerikan pada dinihari itu.
Dia sendiri mengalami luka ringan. "Saya sendiri tidur selama perjalanan, saya tidak tahu sopir bawa kendaraannya bagaimana, tahu-tahu sudah berada di RS," timpal Siwan (42), warga Karangsambung tak kalah syoknya.
Dia makin terbebani karena istrinya Karsinah dirawat. Menurut Siwan, mereka berangkat berombongan dari Karangsambung. Lokasi kecelakaan sendiri berada di jalur agak lurus dengan lengkungan ke kiri yang panjang. Kontur jalan di kawasan itu agak landai.
Kondisi tersebut jelas membutuhkan kehati-hatian. Akhir pekan lalu, istri Saipul Jamil, Virginia juga menjadi korban dalam peristiwa kecelakaan di jalan tol Purbaleunyi di Km 96. "Yang penting ingat akan rambu-rambu selama di jalan tol, dan perhatikan peringatan yang dipasang di jalan tol. Toh ini demi keselamatan berkendara," tandas Kompol Andreas.
(suaramerdeka.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!