Empat dari enam korban tewas dalam kecelakaan di Kilometer 93+100 Tol Cipularang jalur B (Bandung-Jakarta), Purwakarta dimakamkan di Kabupaten Kebumen.
Tiga jenazah telah dimakamkan semalam yakni Novi Anjani (23) warga Desa Tlepok, Kecamatan Karangsambung, Sariatun (33) juga warga Desa Tlepok, Karangsambung, dan Dalman Hasan (57) warga Desa Kalisana, Karangsambung. Sedangkan jenazah Mutoharoh (20) warga Desa Karangrejo, Karanggayam dimakamkan hari ini, Kamis (8/9).
Sekretaris Desa Tlepok, Joko Muiman mengatakan, jenazah Novi Anjani dan Sariatun datang dengan dibawa dua mobil ambulan sekitar pukul 20.30. Setelah disemayamkan di rumah duka, malam itu juga, sekitar pukul 22.30 kedua jenazah tersebut dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat. "Sesuai permintaan keluarga, jenazah langsung dimakamkan," ujar Joko Muiman.
Sementara itu, jenazah Juminten dimakamkan di tanah kelahirannya di Ngawi, Jawa Timur. Sebelumnya jenazah sempat singgah di rumah suaminya di Desa Langse, Kecamatan Karangsambung, sedangkan jenazah Sunaryo Gatot (47) di makamkan di
Jakarta.
Sekretaris Desa Langse, Sarno mengatakan, Juminten sebenarnya belum tercatat sebagai warga Desa Langse. Sejak menikah dengan Wasim sekitar tiga tahun lalu, beberapa kali dia akan mengurus kepindahan alamatnya. "Namun sampai meninggal masih belum terlaksana," katanya.
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Tiga jenazah telah dimakamkan semalam yakni Novi Anjani (23) warga Desa Tlepok, Kecamatan Karangsambung, Sariatun (33) juga warga Desa Tlepok, Karangsambung, dan Dalman Hasan (57) warga Desa Kalisana, Karangsambung. Sedangkan jenazah Mutoharoh (20) warga Desa Karangrejo, Karanggayam dimakamkan hari ini, Kamis (8/9).
Sekretaris Desa Tlepok, Joko Muiman mengatakan, jenazah Novi Anjani dan Sariatun datang dengan dibawa dua mobil ambulan sekitar pukul 20.30. Setelah disemayamkan di rumah duka, malam itu juga, sekitar pukul 22.30 kedua jenazah tersebut dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat. "Sesuai permintaan keluarga, jenazah langsung dimakamkan," ujar Joko Muiman.
Sementara itu, jenazah Juminten dimakamkan di tanah kelahirannya di Ngawi, Jawa Timur. Sebelumnya jenazah sempat singgah di rumah suaminya di Desa Langse, Kecamatan Karangsambung, sedangkan jenazah Sunaryo Gatot (47) di makamkan di
Jakarta.
Sekretaris Desa Langse, Sarno mengatakan, Juminten sebenarnya belum tercatat sebagai warga Desa Langse. Sejak menikah dengan Wasim sekitar tiga tahun lalu, beberapa kali dia akan mengurus kepindahan alamatnya. "Namun sampai meninggal masih belum terlaksana," katanya.
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!