KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kondisi Jalan Raya Tembana di Timur Jembatan Tembana Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen yang ambles pada 7 Januari lalu, kian membahayakan. Pasalnya, setelah talud jalan longsor akibat hujan deras, kini sebagian aspal jalan ikut ambrol karena tanah di bawahnya terkikis air hujan.
Dikhawatirkan, jika terjadi hujan besar dalam durasi cukup lama akan memperparah kondisi jalan nasional itu. Terlebih, jalan ini termasuk jalan padat kendaraan. Tak jarang juga dilewati oleh kendaraan berat. Jika tak segera ditangani, bukan mustahil, bekas jalan utama itu tak dapat dilewati karena terputus.
Pantauan di lapangan, sejak terjadinya ambles yang pertama lalu, petugas baru memasang rambu peringatan agar berhati-hati saat melewati jalan itu.
“Belum ada tindakan apa-apa, baru dipasang rambu itu saja,” ujar Udin, Warga yang tinggal tak jauh dari lokasi itu.
Dia meminta pemerintah segera memperbaiki talud jalan tersebut. Karena kalau terlalu lama dibiarkan akan membahayakan. Pasalnya, tidak ada lagi pembatas jalan. Terlebih pada malam hari, karena kurangnya lampu penerangan dan rambu-rambu lalu lintas, semakin membahayakan pengguna jalan.
Kondisi itu juga diperparah dengan aspal jalan yang mengalami keretakan cukup panjang.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi ST MT mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan nasional yang kewenangannya berada pada Bina Marga Provinsi. Pihaknya, langsung melaporkan kejadian itu kepada Bina Marga Provinsi agar segera diperbaiki. “Kita sudah laporkan, semoga segera ditangani agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.(ori/bdg/radarbanyumas)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Dikhawatirkan, jika terjadi hujan besar dalam durasi cukup lama akan memperparah kondisi jalan nasional itu. Terlebih, jalan ini termasuk jalan padat kendaraan. Tak jarang juga dilewati oleh kendaraan berat. Jika tak segera ditangani, bukan mustahil, bekas jalan utama itu tak dapat dilewati karena terputus.
Pantauan di lapangan, sejak terjadinya ambles yang pertama lalu, petugas baru memasang rambu peringatan agar berhati-hati saat melewati jalan itu.
“Belum ada tindakan apa-apa, baru dipasang rambu itu saja,” ujar Udin, Warga yang tinggal tak jauh dari lokasi itu.
Dia meminta pemerintah segera memperbaiki talud jalan tersebut. Karena kalau terlalu lama dibiarkan akan membahayakan. Pasalnya, tidak ada lagi pembatas jalan. Terlebih pada malam hari, karena kurangnya lampu penerangan dan rambu-rambu lalu lintas, semakin membahayakan pengguna jalan.
Kondisi itu juga diperparah dengan aspal jalan yang mengalami keretakan cukup panjang.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi ST MT mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan nasional yang kewenangannya berada pada Bina Marga Provinsi. Pihaknya, langsung melaporkan kejadian itu kepada Bina Marga Provinsi agar segera diperbaiki. “Kita sudah laporkan, semoga segera ditangani agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.(ori/bdg/radarbanyumas)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!