SEMARANG (www.beritakebumen.info) - Sebuah perahu nelayan Wahyu Titis Satu, Rabu (5/1) tenggelam dihantam ombak di lima mil dari pantai Pasir, Kebumen. Akibat kejadian ini, dua nelayan menjadi korban. Satu ditemukan selamat, satu lagi masih dalam pencarian.
Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono mengatakan, musibah ini terjadi pada Rabu (15/1). Berdasarkan informasi yang diterima, dua nelayan tersebut berangkat melaut dari Pantai Pasir sekitar pukul 09.00 WIB. Dua nelayan diketahui bernama Sriyanto (43) warga Desa Jintung dan Satiman (40) warga Desa Safri Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.
"Info awal, mereka hendak menebar jala pancing di sekitar lima mil dari pantai Pasir, Kebumen," kata Agus, Jumat (17/1) malam.
Basarnas selanjutnya menentukan letak posisi perahu tenggelam dengan mengirimkan pesan melalui radio komunikasi kepada kapal yang sedang melintas. Hasilnya, Jumat (17/1) sekitar pukul 07.00 WIB sebuah kapal tongkang berhasil menemukan dan menyelamatkan Sriyanto.
Kapal dari Cilacap tujuan Banjarmasin tersebut menemukan Sriyanto mengapung pada koordinat 110 08’ 55” E 08 04’ 42” S atau di perairan Brosot, Kabupaten Kulonprogo. "Hingga saat ini kami masih memantau setiap perkembangan, posisi korban terus kami perbaharui dengan menghitung tinggi gelombang, kecepatan arus, serta arahnya,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) wilayah Kebumen Bejo menjelaskan, saat menebar jaring kapal Wahyu Titis Satu dihantam ombak hingga terbalik kemudian tenggelam. "Seharusnya sore harinya mereka kembali ke darat, namun hingga Kamis dua nelayan tersebut tidak kunjung pulang," jelasnya.
( Ranin Agung / CN26 / Suaramerdeka )
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono mengatakan, musibah ini terjadi pada Rabu (15/1). Berdasarkan informasi yang diterima, dua nelayan tersebut berangkat melaut dari Pantai Pasir sekitar pukul 09.00 WIB. Dua nelayan diketahui bernama Sriyanto (43) warga Desa Jintung dan Satiman (40) warga Desa Safri Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.
"Info awal, mereka hendak menebar jala pancing di sekitar lima mil dari pantai Pasir, Kebumen," kata Agus, Jumat (17/1) malam.
Basarnas selanjutnya menentukan letak posisi perahu tenggelam dengan mengirimkan pesan melalui radio komunikasi kepada kapal yang sedang melintas. Hasilnya, Jumat (17/1) sekitar pukul 07.00 WIB sebuah kapal tongkang berhasil menemukan dan menyelamatkan Sriyanto.
Kapal dari Cilacap tujuan Banjarmasin tersebut menemukan Sriyanto mengapung pada koordinat 110 08’ 55” E 08 04’ 42” S atau di perairan Brosot, Kabupaten Kulonprogo. "Hingga saat ini kami masih memantau setiap perkembangan, posisi korban terus kami perbaharui dengan menghitung tinggi gelombang, kecepatan arus, serta arahnya,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) wilayah Kebumen Bejo menjelaskan, saat menebar jaring kapal Wahyu Titis Satu dihantam ombak hingga terbalik kemudian tenggelam. "Seharusnya sore harinya mereka kembali ke darat, namun hingga Kamis dua nelayan tersebut tidak kunjung pulang," jelasnya.
( Ranin Agung / CN26 / Suaramerdeka )
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!