| Usaha pengolahan drum bekas kemitir (Foto: Dasih) |
"Setelah produksi dan pemasaran asesoris kompor gas mapan, sejak setahun terakhir ini kami melakukan diversifikasi jenis produk," ungkap Sabar (45), salah seorang perajin pengolahan drum bekas Dukuh Kemitir, di tempat usahanya, Kamis (09/01/2014).
Berbagai jenis barang berbahan baku drum bekas tempat aspal dan minyak di Dukuh Kemitir itu kini telah tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat. Proses pembuatannya yang manual, diantaranya dengan cara pemotongan lembaran logam kemudian penempaannya dengan cara dipukul-pukul dengan palu, menimbulkan suara 'tak tak tak' berulang-ulang. Suara khas logam dipukul-pukul itulah yang menandai hidupnya industri rumah tangga pengolahan drum
bekas ini.
Dituturkan Sabar, dulu warga banyak yang membuat kompor minyak tanah. Namun saat ada program pengalihan bahan bakar minyak tanah ke gas, dukuh ini sempat sepi dari suara khas itu, karena perajin kompor minyak menghentikan usahanya. (Dwi/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!