KARANGGAYAM (www.beritakebumen.info) - Jembatan sungai Kaligebang Desa Kebakalan sepanjang 20 meter dengan lebar 8 meter, tak kunjung diperbaiki. Kerusakan jembatan yang dibangun pada tahun 2007 menghubungkan desa Kebakalan dengan Wonotirto kecamatan Karanggayam kondisinya kini semakin parah dan mengkhawatirkan.
Hal tersebut terjadi karena di bawah jembatan terjadi erosi dan mengalami ambrol pada tahun 2010 yang lalu. Ambrolnya pengaman di sisi utara dan selatan jembatan akibat diterjang banjir, hingga sempat memutus jalan di sebelah utara jembatan. Akses jalan bisa dibuka kembali dengan memasukan material longsor dan membuat penahan longsor sementara. Pengguna jalanpun harus ekstra hati-hati, ketika melewati jalan tersebut. Apalagi saat datang hujan, jalan licin dan sewaktu-waktu dapat longsor ataupun ambrol. Kondisi demikian dibiarkan dalam waktu lama dan tak kunjung diperbaiki.
Kepala Desa Kebakalan, Sunaryo, mengatakan, kerusakan dipicu oleh erosi sungai. Derasnya arus sungai dibawah jembatan menggerus sisi utara dan selatan pengaman jembatan, hingga saat ini arus sungai mengarah langsung pada jalan dan jembatan. Setiap datang hujan dan banjir, pasti terjadi longsor.
“Bagian utara dan selatan pengaman jembatan saat ini dalam kondisi rusak akibat ambrol, hingga hampir memutus jalan. Jika kondisi ini dibiarkan maka kami khawatir kerusakan semakin parah,” ungkapnya Rabu (22/1), ditemui di Kantor Desa.
Dikatakannya, sedianya jalan diutara jembatan tersebut sebelumnya sempat putus akibat erosi dan longsor pada tahun 2010 lalu dan baru mendapat perbaikan sementara, dengan memasukan kembali material longsor kemudian dibuat penahan longsor sementara menggunakan pohon kelapa.
“Jembatan ini sangat berarti keberadaannya, terutama bagi masyarakat Kebakalan dan Wonotirto. Saat putus pada tahun 2010 yang lalu, kendala ekonomi dan akses pendidikan sangat dirasakan warga,” ungkap, Kadus I Desa Kebakalan, M Hasanudin, ditemui di Kantor Desa, Rabu (22/1).
Pihaknya menyesalkan kondisi demikian dibiarkan lama dan tak kunjung diperbaiki. Dia berharap agar perbaikan jalan yang longsor maupun penanganan terhadap penahan sungai segera dilakukan. Sebab selain mengancam jembatan, saat sungai mengalami banjir juga mengancam jalan putus. (har/bdg/radarbanyumas.co.id)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Hal tersebut terjadi karena di bawah jembatan terjadi erosi dan mengalami ambrol pada tahun 2010 yang lalu. Ambrolnya pengaman di sisi utara dan selatan jembatan akibat diterjang banjir, hingga sempat memutus jalan di sebelah utara jembatan. Akses jalan bisa dibuka kembali dengan memasukan material longsor dan membuat penahan longsor sementara. Pengguna jalanpun harus ekstra hati-hati, ketika melewati jalan tersebut. Apalagi saat datang hujan, jalan licin dan sewaktu-waktu dapat longsor ataupun ambrol. Kondisi demikian dibiarkan dalam waktu lama dan tak kunjung diperbaiki.
Kepala Desa Kebakalan, Sunaryo, mengatakan, kerusakan dipicu oleh erosi sungai. Derasnya arus sungai dibawah jembatan menggerus sisi utara dan selatan pengaman jembatan, hingga saat ini arus sungai mengarah langsung pada jalan dan jembatan. Setiap datang hujan dan banjir, pasti terjadi longsor.
“Bagian utara dan selatan pengaman jembatan saat ini dalam kondisi rusak akibat ambrol, hingga hampir memutus jalan. Jika kondisi ini dibiarkan maka kami khawatir kerusakan semakin parah,” ungkapnya Rabu (22/1), ditemui di Kantor Desa.
Dikatakannya, sedianya jalan diutara jembatan tersebut sebelumnya sempat putus akibat erosi dan longsor pada tahun 2010 lalu dan baru mendapat perbaikan sementara, dengan memasukan kembali material longsor kemudian dibuat penahan longsor sementara menggunakan pohon kelapa.
“Jembatan ini sangat berarti keberadaannya, terutama bagi masyarakat Kebakalan dan Wonotirto. Saat putus pada tahun 2010 yang lalu, kendala ekonomi dan akses pendidikan sangat dirasakan warga,” ungkap, Kadus I Desa Kebakalan, M Hasanudin, ditemui di Kantor Desa, Rabu (22/1).
Pihaknya menyesalkan kondisi demikian dibiarkan lama dan tak kunjung diperbaiki. Dia berharap agar perbaikan jalan yang longsor maupun penanganan terhadap penahan sungai segera dilakukan. Sebab selain mengancam jembatan, saat sungai mengalami banjir juga mengancam jalan putus. (har/bdg/radarbanyumas.co.id)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!