SRUWENG (www.beritakebumen.info) - Tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Kebumen. Kali ini tanah longsor terjadi di Dukuh Bersole, Desa Sidoagung Kecamatan Sruweng, Kamis (16/1) sekitar pukul 06.30 WIB. Tidak ada korban pada peristiwa tersebut, namun aktifitas warga cukup terganggu dengan musibah ini.
Hingga Jumat (17/1), material longsoran berupa tanah dengan volume yang cukup besar, serta batu-batu berukuran besar, masih menutup jalan poros desa yang menghubungkan Desa Sidoagung dengan Desa Penusupan, di Kecamatan Sruweng.
Pantauan di lapangan, upaya membuka jalan terus dilakukan warga bersama TNI dan Polri. Mereka kerja bakti dengan alat sederhana sambil menunggu alat berat milik Pemkab Kebumen.
Menurut Kepala Desa Sidoagung, M Komarudin, tanah longsor terjadi Kamis (16/1) sekitar pukul 06.30. Beruntung tidak ada korban. Padahal jalan tersebut selalu ramai dilalui warga. Tanah longsor terjadi pada tebing tegak lurus dengan ketinggian sekitar 30 meter. Longsor susulan sangat mungkin terjadi karena batu-batu di tebing sudah terlihat retak.
“Kami berharap jalan segera bisa dibuka. Selain itu, tebing dibersihkan agar aman dari longsor susulan,” kata Komarudin. (ori/bdg/radarbanyumas.co.id)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Hingga Jumat (17/1), material longsoran berupa tanah dengan volume yang cukup besar, serta batu-batu berukuran besar, masih menutup jalan poros desa yang menghubungkan Desa Sidoagung dengan Desa Penusupan, di Kecamatan Sruweng.
Pantauan di lapangan, upaya membuka jalan terus dilakukan warga bersama TNI dan Polri. Mereka kerja bakti dengan alat sederhana sambil menunggu alat berat milik Pemkab Kebumen.
Menurut Kepala Desa Sidoagung, M Komarudin, tanah longsor terjadi Kamis (16/1) sekitar pukul 06.30. Beruntung tidak ada korban. Padahal jalan tersebut selalu ramai dilalui warga. Tanah longsor terjadi pada tebing tegak lurus dengan ketinggian sekitar 30 meter. Longsor susulan sangat mungkin terjadi karena batu-batu di tebing sudah terlihat retak.
“Kami berharap jalan segera bisa dibuka. Selain itu, tebing dibersihkan agar aman dari longsor susulan,” kata Komarudin. (ori/bdg/radarbanyumas.co.id)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!