KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kepala Bidang Bina Operasional Seismologi Teknik BMKG Rahmad Triyono meluruskan beredarnya kabar akan muncul tsunami setelah gempa Sabtu lalu.
Ditegaskan, hingga detik ini belum ada alat yang mampu untuk mendeteksi kapan terjadi gempa bumi. Menurutnya, belum ada negara yang bisa memprediksi gempa, apalagi tsunami. Sebab, tsunami hanya bisa diprediksi dengan catatan didahului terjadi gempa.
”Gempanya saja tidak bisa diprediksi apalagi tsunami. Sebab tsunaminya tidak akan datang mendahului gempa,” ujar Rahmad Triyono saat berkunjung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi beredarnya isu kemungkinan terjadinya tsunami akibat gempa 6,2 SR yang berpusat di 104 km barat daya Kebumen, Sabtu (25/1) lalu.
Menurut Rahmad Triyono, jika terjadi gempa, sudah bisa diprediksi apakah akan mengakibatkan tsunami atau tidak.
Kedatangan Rahmad Triyono ke Kebumen juga untuk memasang dua unit akselogram dan satu seismograf untuk memantau gempa gempa susulan.
Masyarakat diminta tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggungjawab yang menyebutkan akan terjadi tsunami di Kebumen dan sekitarnya.
Warga juga senantiasa diminta selalu mewaspadai dan mengenali tanda- tanda bahaya tersebut mengingat sebagian besar warga Kebumen bermukim di daerah yang rawan bencana.
Masyarakat diminta dapat melakukan aktifitas seperti biasa dan selalu memperhatikan informasi bencana melalui media juga instansi terpercaya seperti BPBD Kebumen, Tim SAR dan warning dari BMKG.(LK)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Ditegaskan, hingga detik ini belum ada alat yang mampu untuk mendeteksi kapan terjadi gempa bumi. Menurutnya, belum ada negara yang bisa memprediksi gempa, apalagi tsunami. Sebab, tsunami hanya bisa diprediksi dengan catatan didahului terjadi gempa.
”Gempanya saja tidak bisa diprediksi apalagi tsunami. Sebab tsunaminya tidak akan datang mendahului gempa,” ujar Rahmad Triyono saat berkunjung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi beredarnya isu kemungkinan terjadinya tsunami akibat gempa 6,2 SR yang berpusat di 104 km barat daya Kebumen, Sabtu (25/1) lalu.
Menurut Rahmad Triyono, jika terjadi gempa, sudah bisa diprediksi apakah akan mengakibatkan tsunami atau tidak.
Kedatangan Rahmad Triyono ke Kebumen juga untuk memasang dua unit akselogram dan satu seismograf untuk memantau gempa gempa susulan.
Masyarakat diminta tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggungjawab yang menyebutkan akan terjadi tsunami di Kebumen dan sekitarnya.
Warga juga senantiasa diminta selalu mewaspadai dan mengenali tanda- tanda bahaya tersebut mengingat sebagian besar warga Kebumen bermukim di daerah yang rawan bencana.
Masyarakat diminta dapat melakukan aktifitas seperti biasa dan selalu memperhatikan informasi bencana melalui media juga instansi terpercaya seperti BPBD Kebumen, Tim SAR dan warning dari BMKG.(LK)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!