KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Tingginya curah hujan selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan banjir di Kebumen terus meluas. Hingga Minggu (22/12), total area persawahan yang terendam banjir mencapai 9.041 hektare.
Data Dinas Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kebumen menyebutkan, sawah yang terendam banjir tersebar di 171 desa di 21 kecamatan. Dari 26 kecamatan, hanya lima kecamatan yang bebas banjir yakni Kecamatan Karangsambung, Sadang, Karanggayam, Gombong dan Sempor.
Adapun dampak paling parah terjadi di Kecamatan Puring, yakni banjir merendam 1.625 hektare sawah di 16 desa. Kemudian di Kuwarasan 1.359 hektare sawah di 18 desa tenggelam.
Di Bonorowo 1.200 haktare sawah di 10 desa terendam dan di Adimulyo mengakibatkan 1.150 haktare di 14 desa kebanjiran. Kemudian banjir juga menenggelamkan 1.079 hektare sawah di 15 desa di Kecamatan Mirit.
"Rata-rata sawah sudah ditanami padi dengan umur padi maksimal 1-30 hari. Data itu masih sementara, karena masih akan terus berkembang," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir Pudjirahaju kepada Suara Merdeka di sela-sela pemantauan banjir di Desa Sidobunder, Kecamatan Puring, Minggu (22/12).
Pujirahaju menambahkan, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah banjir yang terjadi mengakibatkan puso atau tidak. Pihaknya akan melihat perkembangan apakah rendaman air akan bertahan selama tiga hari terakhir. Meski demikian, pihaknya telah menghitung perkiraaan kerugian akibat banjir tersebut.
Dengan asumsi satu hektare membutuhkan 25 kg benih maka untuk mencukupi 9.041 hektare dibutuhkan 226,025 ton benih. Artinya dengan harga benih Rp 10.000/kg, maka perkiraan kerugian mencapai Rp 2,26 miliar.
( Supriyanto/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Data Dinas Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kebumen menyebutkan, sawah yang terendam banjir tersebar di 171 desa di 21 kecamatan. Dari 26 kecamatan, hanya lima kecamatan yang bebas banjir yakni Kecamatan Karangsambung, Sadang, Karanggayam, Gombong dan Sempor.
Adapun dampak paling parah terjadi di Kecamatan Puring, yakni banjir merendam 1.625 hektare sawah di 16 desa. Kemudian di Kuwarasan 1.359 hektare sawah di 18 desa tenggelam.
Di Bonorowo 1.200 haktare sawah di 10 desa terendam dan di Adimulyo mengakibatkan 1.150 haktare di 14 desa kebanjiran. Kemudian banjir juga menenggelamkan 1.079 hektare sawah di 15 desa di Kecamatan Mirit.
"Rata-rata sawah sudah ditanami padi dengan umur padi maksimal 1-30 hari. Data itu masih sementara, karena masih akan terus berkembang," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir Pudjirahaju kepada Suara Merdeka di sela-sela pemantauan banjir di Desa Sidobunder, Kecamatan Puring, Minggu (22/12).
Pujirahaju menambahkan, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah banjir yang terjadi mengakibatkan puso atau tidak. Pihaknya akan melihat perkembangan apakah rendaman air akan bertahan selama tiga hari terakhir. Meski demikian, pihaknya telah menghitung perkiraaan kerugian akibat banjir tersebut.
Dengan asumsi satu hektare membutuhkan 25 kg benih maka untuk mencukupi 9.041 hektare dibutuhkan 226,025 ton benih. Artinya dengan harga benih Rp 10.000/kg, maka perkiraan kerugian mencapai Rp 2,26 miliar.
( Supriyanto/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!