KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Tiada angin tiada hujan, tiba-tiba plafon Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kawedusan Kecamatan Kebumen, ambrol, Selasa (3/12). Seluruh siswa yang sedang belajar, berikut dengan satu guru yang sedang memberi pelajaran tertimpa reruntuhan plafon.
Untung saja, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun 11 anak Kelas III SD tersebut mengalami luka-luka ringan di bagian wajah, tangan dan lutut. Semua telah mendapatkan pertolongan medis setempat. Setelah mendapatkan perawatan medis, merekapun diperbolehkan pulang. Sementara ada satu siswa yang dibawa ke UGD RSUD Kebumen, mengalami luka di tangan dan kaki, serta mengalami shok berat, namun kondisinya terus membaik dan akhirnya diperbolehkan pulang.
”Anak-anak hanya mengalami luka ringan saja, di wajah, tangan dan kaki karena tertimpa reruntuhan plafon,” ujar Kepala SDN Kawedusan, Niken Suwardani SPd, dijumpai di sekolah, setelah kejadian.
Menurutnya, ada sebagian siswa yang harus dilarikan ke UGD RSUD Kebumen, karena menderita shok berat pasca kejadian. Namun setelah mendpatkan pertolongan medis, dan oleh dokter yang menanganinya dinyatakan tidak perlu opname.”Karena anak tersebut hanya mengalami shok saja,” terang dia, menirukan ucapan sang dokter.
Lebih lanjut dia menjelaskan, plafon yang runtuh itu terbuat dari asbes. Dia merasa heran, kenapa plafon itu bisa runtuh, padahal gedung itu belum lama dibangun pada tahun 2012 yang lalu.”Kalau dihitung belum genap satu tahun,” herannya
Pasca kejadian itu, pihaknya juga sudah melaporkan musibah itu ke Polsek Kebumen dan Dikpora Kabupaten Kebumen. Merekapun sudah melakukan kroscek dan identifikasi. Pihaknya berharap, agar pemerintah segera memperbaiki bangunan yang ambrol tersebut.”Kalau bisa semua plafon yang masih belum ambrol juga diganti yang lebih kuat,” pintanya.
Sementara Ema salah satu siswa kelas VI saat ditemui di lokasi kejadian juga ikut merasakan ketakutan, walapun dia tidak ikut tertimpa. Pasalnya saat kejadian itu, dia sedang belajar diruangan yang lain. Namun tiba-tiba terdengar suara keras ‘breng’setelah itu disusul suara tangisan teman-temannya yang terkena reruntuhan, lari tunggang langgang keluar kelas. “Saya melihat teman-teman menangis histeris. Mereka pada terluka lecet, di wajah, tangan dan lutut. Pokoknya mengerikan deh suasananya,”terangnya (har/bdg/radarbanyumas)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Untung saja, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun 11 anak Kelas III SD tersebut mengalami luka-luka ringan di bagian wajah, tangan dan lutut. Semua telah mendapatkan pertolongan medis setempat. Setelah mendapatkan perawatan medis, merekapun diperbolehkan pulang. Sementara ada satu siswa yang dibawa ke UGD RSUD Kebumen, mengalami luka di tangan dan kaki, serta mengalami shok berat, namun kondisinya terus membaik dan akhirnya diperbolehkan pulang.
”Anak-anak hanya mengalami luka ringan saja, di wajah, tangan dan kaki karena tertimpa reruntuhan plafon,” ujar Kepala SDN Kawedusan, Niken Suwardani SPd, dijumpai di sekolah, setelah kejadian.
Menurutnya, ada sebagian siswa yang harus dilarikan ke UGD RSUD Kebumen, karena menderita shok berat pasca kejadian. Namun setelah mendpatkan pertolongan medis, dan oleh dokter yang menanganinya dinyatakan tidak perlu opname.”Karena anak tersebut hanya mengalami shok saja,” terang dia, menirukan ucapan sang dokter.
Lebih lanjut dia menjelaskan, plafon yang runtuh itu terbuat dari asbes. Dia merasa heran, kenapa plafon itu bisa runtuh, padahal gedung itu belum lama dibangun pada tahun 2012 yang lalu.”Kalau dihitung belum genap satu tahun,” herannya
Pasca kejadian itu, pihaknya juga sudah melaporkan musibah itu ke Polsek Kebumen dan Dikpora Kabupaten Kebumen. Merekapun sudah melakukan kroscek dan identifikasi. Pihaknya berharap, agar pemerintah segera memperbaiki bangunan yang ambrol tersebut.”Kalau bisa semua plafon yang masih belum ambrol juga diganti yang lebih kuat,” pintanya.
Sementara Ema salah satu siswa kelas VI saat ditemui di lokasi kejadian juga ikut merasakan ketakutan, walapun dia tidak ikut tertimpa. Pasalnya saat kejadian itu, dia sedang belajar diruangan yang lain. Namun tiba-tiba terdengar suara keras ‘breng’setelah itu disusul suara tangisan teman-temannya yang terkena reruntuhan, lari tunggang langgang keluar kelas. “Saya melihat teman-teman menangis histeris. Mereka pada terluka lecet, di wajah, tangan dan lutut. Pokoknya mengerikan deh suasananya,”terangnya (har/bdg/radarbanyumas)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
owalah pak kadis pendidikan kepriwe tanggungjawabe kielah!!
ردحذفإرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!