Dari pantauan Suara Merdeka, sekitar 500 warga menanam bibit pohon kelapa bantuan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kebumen. Penanaman dilaksanakan di lahan pesisir seluas 1.500x500 meter di wilayah Dusun Godi, Kepek dan Kuang.
Penanaman dimulai sekitar pukul 08.00. Warga terbagi menjadi tiga kelompok yang tersebar di masing-masing dusun. itargetkan dalam sehari, seluruh cikal jenis hibrida itu selesai ditanam.
"Penanaman bibit kelapa dan cemara laut ini guna menghijaukan kawasan pesisir selatan, sekaligus untuk melindungi ketiga terjadi bencana tsunami," ujar Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki kepada Suara Merdeka di sela-sela menanam cikal tidak jauh dari pos pemantau TNI AD.
Pohon kelapa tersebut diharapkan dalam lima sampai 10 tahun mendatang sudah bisa dinikmati hasilnya, yakni dipanen buahnya atau dideres getah niranya.
Tanaman Rusak
Menurut Paryono, penanaman pohon tersebut sekaligus menjadi bukti dan legitimasi bahwa tanah yang mereka tanami ialah milik rakyat. Sehingga masyarakat menanam pohon di tanah mereka sendiri.
Sebenarnya bantuan dari Pemkab Kebumen untuk petani Desa Setrojenar termasuk di antaranya 3.000 bibit albasia, dan 3.000 bibit pohon mangga. Akan tetapi kedua jenis pohon tersebut oleh warga ditanam di kawasan pemukiman.
"Albasia dan mangga lebih cocok untuk ditanam di kawasan utara," ujarnya seraya mengeluhkan banyak tanaman jagung milik petani yang rusak akibat diterjang peluru milik TNI AD.
( Supriyanto / CN19 / SMNetwork /suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!