Masjid Terendam, Shalat Jumat Nyaris Batal

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Hujan yang mengguyur Kebumen sejak Kamis (19/12) sore hingga Jumat (20/12) menyebabkan Sungai Kedungbener meluap dan menyebabkan tanggul sungai jebol sepanjang 20 meter. Akibatnya puluhan rumah di Desa Sumberadi Kecamatan Kebumen terendam air dengan ketinggian 20 cm hingga 1,5 meter.

Komplek Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu dan Pondok Pesantren Al Falah Somalangu Wetan juga tak luput dari terjangan banjir tersebut. Bahkan sebuah masjid yang berada di lingkungan pondok pesantren juga turut terendam, akibatnya Shalat Jumat yang biasa digelar setiap hari Jumat itu nyaris batal. Sejumlah warga yang biasa Shalat Jumat di masjid itupun terpaksa harus “Jumatan” di di desa tetangga.

Banjir yang menerjang Desa Sumberadi itu terjadi seharian penuh, pantauan di lapangan sejak pukul 05.00 hingga 17.00 ketinggian air masih terpantau cukup tinggi. Setelah pukul 17.00 baru berangsur-angsur surut.

Dari hasil pendataan perangkat desa setempat, rumah yang terendam banjir sebanyak 123 KK dari empat RT. Yakni 28 rumah di RT 03 RW 01, 30 rumah di RT 02 RW 02, 35 rumah di RT 03 RW 03, dan 30 rumah di RT 01 RW 02.

Kepala Desa Sumberadi, M Asad Syaeful Umam mengungkapkan, Desa Sumberadi memang selalu langganan banjir. Meski tidak ada hujan di Desa Sumberadi bisa saja terjadi banjir. Banjir yang terjadi di desa itu karena kiriman dari arah Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung. “Walaupun disini nggak hujan, kalau di daerah Krakal, atau Wadasmalang sana hujan gede. Biasanya disini banjir juga,” kata Kades Sumberadi itu disela-sela pantauan banjir.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen sedikitnya 16 bencana alam terjadi sejak Kamis (19/12) hingga Jumat (20/12). Berbagai bencana yang terjadi, yaitu tanah longsor di Dusun Siregol RT 04 RW 02 Desa Kaligending, Kecamatan Karangsambung, dengan korban empat orang meninggal dunia, dan satu orang luka. Di RT 03 RW 03 Desa Karangjambu Kecamatan Sruweng, tebing sepanjang 50 meter alami longsor yang mengakibatkan 25 pohon dan tiang listrik tumbang. Longsor juga terjadi di RT 04 RW Desa Seboro Kecamatan Sadang, dua rumah terancam longsor.

Sebanyak sepuluh desa dilaporkan tergenang banjir. Yakni Desa Tunggalroso, Kedungwaru dan Kedungbulus Kecamatan Prembun karena tanggul jebol, banjir ditempat ini menyebabkan satu rumah mengalami rusak berat. Di Kecamatan Kebumen, Desa Wonosari dan Desa Sumberadi yang mengakibatkan ratusan rumah tergenang. Desa Sikayu Kecamatan Buayan, Tanjungmeru dan Tunjungseto di Kecamatan Kutowinangun, serta Desa Sugihwaras Kecamatan Adimulyo juga mengalami nasib yang sama.

Sedangkan tenah bergerak terjadi di Desa Sendang Dalem Kecamatan Padureso, ditempat ini terjadi tanah retak sepanjang 30 meter, dan tebing 50 meter. Hujan panjang yang terjadi kemarin juga menyebabkan pohon tumbang di Dusun Pedudutan RT 04 RW 02 Rowokele, dan menimpa sebuah mobil Grandmax dan warung sate. (ori/bdg/radarbanyumas)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post