![]() |
| Sebuah sepeda motor beserta penumpangnya diangkut gerobak melintasi genangan air di Jalan Kuwarasan-Puring, Kebumen, Senin (23/12). (Foto: Supriyanto) |
Dari pantauan suaramerdeka.com, kondisi cukup parah terjadi di Desa Sidobunder dan Desa Sitiadi Kecamatan Puring antara 30-50 cm. Untuk mobil jenis sedan dipastikan tidak bisa menembus genangan air, namun mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) banyak yang lolos.
Bagi pengendara sepeda motor yang hendak melintas banyak yang memilih memanfaatkan jasa gerobak untuk mengangkut motornya dengan mengeluarkan ongkos Rp 15.000. Akan tetapi, pada malam hari melintasi jalur yang juga alternatif menuju Yogyakarta itu sangat berisiko baik bagi kendaraan roda dua dan empat.
Kemudian jalur antarkecamatan Adimulyo menuju Puring dan sebaliknya juga terendam di Desa Sugihrawas, Kecamatan Adimulyo. Namun jalur tersebut masih bisa dilalui kendaraan meskipun dengan ekstra hati-hari. Pada malam hari, jalur ini sangat berbahaya karena gelap.
Bupati Kebumen Buyar Winarso masih belum berani menyebutkan jumlah kerugian akibat bencana banjir. Pihaknya masih mendata sekaligus fokus pada penanganan korban banjir. Pemkab kebumen juga menyatakan status tanggap darurat bencana selama tiga minggu.
"Saat ini saya sedang membuat peraturan bupati antara lain untuk alokasi anggaran penanganan bencana," tandas Buyar Winarso.
( Supriyanto / suaramerdeka )
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!