| Dua orang perempuan muda duduk di tengah kepungan banjir di Desa Sidobunder, Kecamatan Puring, Kebumen, Minggu (22/12). (Supriyanto) |
Curah hujan di Kebumen selama tiga hari berturut-turut mencapai 395 mm atau 0,395 meter. Dengan luas wilayah 128.111,5 haktare dan volume air hujan sebesar 506,04 juta m3 mengakibatkan drainase tidak mampu menampung volume air hujan.
"Air pun meluap di atas tanggul, mengakibatkan tanggul jebol dan genangan," ujar Muchtarom SST, MInggu (22/12).
Untuk membuang air hujan ke laut, air di Kebumen hanya bisa melalui muara Sungai Wawar, Luk Ulo, Telomoyo dan Ijo.
Tetapi karena keempat sungai itu kelebihan beban, maka daerah di sekitar muara sungai yakni wilayah Bonorowo, Mirit, Adimulyo, Puring dan Kuwarasan, Buayan dan Ayah menjadi tempat parkir air.
"Akibatnya, terjadi banjir dan tergenang berhari-hari di daerah yang dekat dengan muara sungai," imbuh Muchtarom.
Untuk itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan karena jika air sungai limpas. Karena itu, tinggi muka air sungai terus dipantau.
Kecamatan Adimulyo mendapat perhatian ekstra karena dilalui sejumlah sungai. "Tinggi muka air sungai di sejumlah sungai memang terus naik," ujar Muchtarom.
( Supriyanto / suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!