| Di Kecamatan Bonorowo, semua desa memiliki kelompok gojeg lesung. (FOTO: Sukmawan) |
Generasi mudanya kurang berminat karena menganggap gojeg lesung sudah ketinggalan zaman. Kurang minatnya generasi muda untuk belajar gojeg lesung, menjadi keprihatinan tersendiri seniman asal Bonorowo, Sudiran Hadi Pranoto.
"Padahal seni tradisi gojeg lesung bisa dimodifikasi sehingga bisa selalu mengikuti perkembangan zaman," ujar Sudiran, Sabtu (07/12/2013).
Menurutnya, gojeg lesung bisa dimodifikasi dengan menambah instrumen musik lain seperti drum, saron, keyboard atau organ, demung, gender, gong, dan lainnya. Lagu atau tembang yang diiringi, juga bisa mengikuti zaman.
"Gojeg lesung memberi ruang kebebasan berekspresi bagi pemain. Demikian pula lagu atau tembangnya. Dari klasik hingga lagu-lagu modern bisa diiringi dengan gojeg lesung," tandas Sudiran yang rutin menggelar latihan untuk menarik generasi muda ikut melestarikan seni tradisi gojeg lesung yang memiliki filosofi tinggi.
Di Kecamatan Bonorowo, semua desa memiliki kelompok tetabuhan dengan alat penumbuk padi alu dan lesung. Keberadaan kelompok gojeg lesung bisa disaksikan dalam setiap acara pernikahan. Lomba gojeg lesung juga rutin digelar setiap tahun untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. (Suk/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!