Benih Padi Gratis, Kualitas Mengecewakan

Banyak petani kebumen yang pilih membeli benih sendiri, ketimbang benih gratis. (Foto : Dasih)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Benih padi bantuan pemerintah pusat kepada gabungan kelompok tani (gapoktan ) di 26 kecamatan di Kebumen, dikeluhkan oleh petani penerimanya. Selain jenisnya tak sesuai dengan keinginan petani, kualitasnyapun mengecewakan karena sebagian benih ternyata mandul alias tak bisa tumbuh.

"Ketika dimasukkan ke dalam baskom berisi air, ternyata sebagian benihnya mengambang yang artinya bersifat 'gabug', tak bisa tumbuh," ungkap Ahmadi (40), salah seorang petani di Dukuh Watubarut, Desa Gemeksekti, Kecamatan/Kabupaten Kebumen di sawahnya, Rabu (18/12/2013).

Diperkirakan Ahmadi, jumlah benih mandul di dalam satu kantungnya sekitar 20 persen dari benih keseluruhan. Persentase itu dinilai Ahmadi cukup besar, mengingat petani di desanya terbiasa membeli benih di pasaran yang kualitasnya bagus atau dalam satu kantung biasanya bisa tumbuh seluruhnya, jarang yang 'gabug'. "Jadi dipikir-pikir kami lebih suka beli benih sendiri dibandingkan mendapatkan benih gratis tapi kualitasnya jelek," jelas Ahmadi.

Keluhan yang sama juga disampaikan sejumlah petani lain di Kelurahan Bumirejo dan Jemur Clowok Kebumen, Desa Kemangguan, Kecamatan Alian dan Desa Tambakprogaten, Kecamatan Klirong. "Selain itu, kami pun ingin mendapatkan padi yangsesuai keinginan kami, yaitu yang punya sifat tahan penyakit, umurnya pendek dan jumlah bulir setiap rumpunnya banyak, seperti Logawa. Namun seringkali jenis benih bantuan itu tak sesuai dengan keinginan kami. Selain umurnya panjang, juga tak tahan penyakit," jelas Rojimin (60), petani Tambakprogaten.

Kepala Seksi Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kebumen, Muchamad Nasrudin AMd, di kantornya, Rabu (18/12/2013), menjelaskan bahwa program bantuan benih padi adalah program Pemerintah Pusat. Bila banyak petani penerimanya mengeluh perihal kualitasnya yang mengecewakan, dinasnya tak bisa berbuat apa-apa. "Kami di daerah hanya menerima dan membagikannya kepada petani. Setiap tahun problemnya memang selalu begitu, namun belum ada solusinya," jelasnya. (Dwi/krjogja.com)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم