JAKARTA (www.beritakebumen.info) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita sebuah rumah dan tanah di Desa Karang Duwur Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Aset tersebut diduga berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. KPK juga menyita rumah milik istri Akil di Jakarta dan dua buah mobil.
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK telah memasang papan sita di rumah dan tanah yang disita. “Diduga aset di Kebumen itu atas nama Muhtar Efendy,” ujar Johan kepada wartawan, Rabu (11/12/2013).
Selain itu, KPK juga menyita rumah Akil dan istrinya Ratu Rita di Jalan Pancoran Indah III nomor 8 Jakarta. Selain rumah, KPK menyita mobil bermerk Ford Fiesta dan Toyota Kijang Innova. Dua mobil itu semakin menambah jumlah mobil Akil yang disita. Sebelumnya KPK sudah menyita sekitar 30 mobil terkait kasus ini.
Terkait pencucian uang Akil, KPK memeriksa Direktur PD BPR Bank Pasar Kabupaten Kebumen Amba Priyanto dan PD Bank Pasar Kabupaten Pemasaran Taryono. Selain itu KPK juga memanggil Pejabat Lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Purwokerto Didik Priyo Utomo.
Sementara terkait kasus suap penyelesaian sengketa Pilkada yang menyeret Akil, KPK memanggil Ketua KPU dari berbagai daerah, antara lain Ketua KPU Tapanuli Tengah Dewi Eilfriana, Ketua KPU Kabupaten Buton La Rusuli dan Ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoi.
Meski sudah memeriksa KPU dari berbagai daerah, KPK belum mengambil kesimpulan kasus Akil ini sudah melebar ke daerah-daerah lain. KPK masih mendalami berbagai informasi dan keterangan saksi. Meski Johan mengakui sejak penyidikan kasus ini, KPK menerima banyak pengaduan terkait sengketa Pilkada. “Banyak informasi,” ucap Johan.
KPK juga memanggil advokat-advokat yang mendampingi pihak-pihak yang bersengketa di MK. Beberapa yang diperiksa ialah Rudy Alfonso dan Syamsudin. Rudy merupakan kuasa hukum Bupati Lebak Kasmin. Ia diperiksa terkait keterlibatan Susi Tur Andayani. “Menjelaskan Susi masuk (bergabung) ke kantor saya bagaimana caranya,” katanya.
Ia sendiri mengaku tidak tahu-menahu soal suap yang diserahkan oleh Susi kepada Akil. (A-170/A-88/pikiran-rakyat)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK telah memasang papan sita di rumah dan tanah yang disita. “Diduga aset di Kebumen itu atas nama Muhtar Efendy,” ujar Johan kepada wartawan, Rabu (11/12/2013).
Selain itu, KPK juga menyita rumah Akil dan istrinya Ratu Rita di Jalan Pancoran Indah III nomor 8 Jakarta. Selain rumah, KPK menyita mobil bermerk Ford Fiesta dan Toyota Kijang Innova. Dua mobil itu semakin menambah jumlah mobil Akil yang disita. Sebelumnya KPK sudah menyita sekitar 30 mobil terkait kasus ini.
Terkait pencucian uang Akil, KPK memeriksa Direktur PD BPR Bank Pasar Kabupaten Kebumen Amba Priyanto dan PD Bank Pasar Kabupaten Pemasaran Taryono. Selain itu KPK juga memanggil Pejabat Lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Purwokerto Didik Priyo Utomo.
Sementara terkait kasus suap penyelesaian sengketa Pilkada yang menyeret Akil, KPK memanggil Ketua KPU dari berbagai daerah, antara lain Ketua KPU Tapanuli Tengah Dewi Eilfriana, Ketua KPU Kabupaten Buton La Rusuli dan Ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoi.
Meski sudah memeriksa KPU dari berbagai daerah, KPK belum mengambil kesimpulan kasus Akil ini sudah melebar ke daerah-daerah lain. KPK masih mendalami berbagai informasi dan keterangan saksi. Meski Johan mengakui sejak penyidikan kasus ini, KPK menerima banyak pengaduan terkait sengketa Pilkada. “Banyak informasi,” ucap Johan.
KPK juga memanggil advokat-advokat yang mendampingi pihak-pihak yang bersengketa di MK. Beberapa yang diperiksa ialah Rudy Alfonso dan Syamsudin. Rudy merupakan kuasa hukum Bupati Lebak Kasmin. Ia diperiksa terkait keterlibatan Susi Tur Andayani. “Menjelaskan Susi masuk (bergabung) ke kantor saya bagaimana caranya,” katanya.
Ia sendiri mengaku tidak tahu-menahu soal suap yang diserahkan oleh Susi kepada Akil. (A-170/A-88/pikiran-rakyat)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!