140 Pengurus BEM Se-Indonesia, Ikuti Kolokium Nasional

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sedikitnya 140 Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM-PTNU) se- Indonesia, pada hari Senin (23/12) sampai Jum’at (27/12) mengikuti Kolokium Nasional. Kegiatan dipusatkan di Aula Kampus STAINU Kebumen.

Kegiatan diselenggarakan oleh BEM-STAINU Kebumen bekerjasama dengan BEM-PTNU Nasional.

Kolokium mengambil tema’Optimalisasi peran pendidikan dalam mewujudkan pembangunan Nasional menuju masyarakat yang berkeadilan,’menghadirkan narasumber tokoh-tokoh Nasional, seperti DR Ali Masykur Musa SH MHum, Ketua 4 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI, ia juga sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IMNU). Hadir pula sebagai narasumber, Prof Dr Mahfud MD MHum, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dan Guru Besar Konsitusi dan Hukum. Khotimul Umam Wiranu MHum, Ketua Komisi II DPR-RI. Narasumber, Dr Nuh Ahmad MA, LPPNU Pusat Jakarta, dan terakhir Ir HM Romahurmuzy MT, Ketua Komisi IV DPR-RI.

Ketua Panitia, Labib Sofiyulloh, yang berstatus Mahasiswa STAINU Kebumen semester 9 menjelaskan, kegiatan yang bersifat tahunan ini, diikuti oleh 70 BEM-PTNU se-Indonesia, dengan total peserta 140 Mahsiswa datang dari Jawa Barat, Jawa Timur, DKI, Banten, Bandung, Jogjakarta, Kalimantan, Makasar dan Sumatera.”Masing-masing BEM mengutus satu atau dua perwakilan,”terang Labib Sofiyulloh, yang juga Kordinator BEM-PTNU Wilayah Jateng dan DIY. Dijumpai disela-sela acara, Kamis (26/12).

Lebih lanjut dia menjelaskan, kegiatan itu juga membahas tentang materi yang akan dibawa dalam konggres BEM-PTNU tingkat Nasional, yang akan dilaksankan di Universitas Pondok Pesantren Darul Ulum (UNIPDU) Jombang Jawa Timur bulan depan.

Labib mengimbuhkan, ada satu hal yang paling mendasar, kenapa kegiatan ini diselenggarakan. Menurutnya, saat sekarang ini, antara demokrasi pendidikan dengan kapitalisasi pendidikan, dua hal yang selalu tidak pernah singkron, dan selalu berbenturan. Mutu pendidikan bagus memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga menuntut biaya pendidikan mahal. Ketika biaya pendidikan mahal yang dapat menikmati hanyalah orang-orang kaya. Sementara orang miskin tidak akan pernah mengenyam pendidikan yang bermutu tinggi.”Inilah yang mendasari kenapa Kolokium ini diadakan. Hasil dari pembahasan kolokium ini nantinya akan direkomondasikan ke pemerintah untuk dijadikan pemikiran arah kebijakan di bidang pendidikan,”pungkasnya (har/radarbanyumas.co.id)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post