Pencemaran Air Tanah di TPA Kebumen Tinggi

Sistem pembuangan sampah tpa di kebumen yang terbuka (Foto: Dasih)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Tingkat pencemaran air tanah di TPA Semali Kecamatan Sempor dan TPA Kaligending Kabupaten Kebumen semakin tinggi terutama saat musim penghujan karena belum memiliki komponen pelapis untuk mencegah peresapan air hujan ke dalam tanah.

"Kedua TPA itu memang masih menggunakan sistem 'open dumping' atau pembuangan sampah terbuka yang kemudian ditimbun dengan tanah. Sistem ini menyebabkan air hujan yang masuk ke dalam timbunan sampah, meresap ke tanah tanpa ada penghalangnya," jelas Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kebumen, Ir Bambang Sunaryo MSc, Selasa (19/11/2013).

Menurut Bambang tingginya pencemaran air tanah itupun dikeluhkan warga di sekitar TPA, karena air tanah untuk keperluan sehari-hari mereka tercemar. Seperti sejumlah warga yang tinggal tak jauh dari TPA Kaligending yang mengeluhkan kondisi air tanah mereka yang berbau tak sedap saat penghujan. Hal itu disebabkan letak TPA yang di atas bukit, lebih tinggi dibanding rumah warga. "Gangguan seperti itu hanya muncul di musim penghujan, apalagi bila sering hujan deras," ujar Ny Sinah (60), warga Kaligending.

Untuk mengatasi kondisi itu, kini tengah dikerjakan pemasangan geomembran atau komponen pelapis di area pembuangan sampah TPA Semali dengan biaya Rp 2,4 miliar dari APBD 2013, berlanjut di tahun 2014 dengan anggaran Rp 2,9 miliar. Sedangkan proses pemasangan pelapis dilakukan setelah timbunan sampah di singkirkan dari tempatnya. (Dwi/krjogja.com)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم