AYAH (www.beritakebumen.info) - Memasuki panen ikan, hasil tangkapan ikan nelayan di pantai selatan Kebumen melonjak. Secara otomatis, nilai produksi ikan (raman) yang di setiap Tempat Pelelangan Ikan (TPI) juga meningkat tajam.
Di TPI Pasir, Kecamatan Ayah misalnya, omzet pelelangan ikan pada Oktober ini mencapai Rp 4,4 miliar. Jumlah ini melonjak dari bulan September hanya Rp 1,05 miliar. Saat itu gelombang lautan masih tinggi sehingga banyak nelayan yang libur melaut. "Memasuki pertengahan Oktober, nelayan panen lobster dan bawal putih sehingga omzet Oktober terdongkrak," ujar Kepala TPI Pasir, Sadimin, Jumat (1/11).
Kondisi senada terjadi di TPI Karangduwur, Kecamatan Ayah. Jika pada bulan September raman hanya Rp 1,5 miliar, pada Oktober ini naik menjadi Rp 4,2 miliar.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebumen, Saman menjelaskan, lobster hasil tangkapan nelayan di tingkat lelang harganya Rp 300.000 hingga Rp 800.000/kg. Sedangkan bawal putih Rp 80.000 hingga Rp 250.000/kg tergantung ukurannya.
Dia mengakui, harga ikan tangkapan nelayan Kebumen lebih tinggi dibanding tangkapan nelayan daerah lain. Sebab nelayan Kebumen hanya melaut setengah hari, pagi berangkat, sore sudah kembali sehingga ikannya masih segar. "Beda dengan nelayan dengan kapal besar yang sekali melaut bisa berminggu-minggu," ujarnya.
Sementara itu, para nelayan saat sedang menikmati masa subur. Selama musim panen, satu perahu rata-rata menghasilkan Rp 2 juta. bahkan tidak sedikit yang bisa memperoleh Rp 5 juta hingga Rp 7 juta. Bahkan ada yang sampai Rp 15 juta sekali melaut.
Bagaiman tidak, harga lobster yang mencapai Rp 800.000/kg bisa membuat nelayan memperoleh Rp 7 juta sekali melaut. Nelayan juga banyak yang mendapatkan bawal putih yang di tingkat lelang harganya Rp 250.000/kg. Musim panen ikan berharga mahal itu, dimulai pertengahan Oktober.
Nelayan menikmatinya dengan kondisi ombak laut selatan yang cukup bersahabat. Jika sesuai dengan pranata mangsa, musim panen biasanya berlangsung hingga Januari-Februari tahun depan. "Kami berharap kondisi menguntungkan itu akan berlangsung sesuai perkiraan, syukur lebih lama," ujarnya.
Sebelumya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kebumen, drh Suhartilah Jumaryanti berharap cuaca yang bersahabat dan datangnya musim panen akan mendongkrak produksi bahari nelayan Kebumen. Dia menyebutkan raman seluruh TPI di Kebumen pada tahun 2013 ditarget mencapai Rp 25 miliar. Sedangkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan sebesar Rp 850 juta. "Hingga akhir tahun, masih ada waktu dua bulan lagi untuk memenuhi target pendapatan," ujarnya.
( Supriyanto / CN34 / SMNetwork )
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Di TPI Pasir, Kecamatan Ayah misalnya, omzet pelelangan ikan pada Oktober ini mencapai Rp 4,4 miliar. Jumlah ini melonjak dari bulan September hanya Rp 1,05 miliar. Saat itu gelombang lautan masih tinggi sehingga banyak nelayan yang libur melaut. "Memasuki pertengahan Oktober, nelayan panen lobster dan bawal putih sehingga omzet Oktober terdongkrak," ujar Kepala TPI Pasir, Sadimin, Jumat (1/11).
Kondisi senada terjadi di TPI Karangduwur, Kecamatan Ayah. Jika pada bulan September raman hanya Rp 1,5 miliar, pada Oktober ini naik menjadi Rp 4,2 miliar.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebumen, Saman menjelaskan, lobster hasil tangkapan nelayan di tingkat lelang harganya Rp 300.000 hingga Rp 800.000/kg. Sedangkan bawal putih Rp 80.000 hingga Rp 250.000/kg tergantung ukurannya.
Dia mengakui, harga ikan tangkapan nelayan Kebumen lebih tinggi dibanding tangkapan nelayan daerah lain. Sebab nelayan Kebumen hanya melaut setengah hari, pagi berangkat, sore sudah kembali sehingga ikannya masih segar. "Beda dengan nelayan dengan kapal besar yang sekali melaut bisa berminggu-minggu," ujarnya.
Sementara itu, para nelayan saat sedang menikmati masa subur. Selama musim panen, satu perahu rata-rata menghasilkan Rp 2 juta. bahkan tidak sedikit yang bisa memperoleh Rp 5 juta hingga Rp 7 juta. Bahkan ada yang sampai Rp 15 juta sekali melaut.
Bagaiman tidak, harga lobster yang mencapai Rp 800.000/kg bisa membuat nelayan memperoleh Rp 7 juta sekali melaut. Nelayan juga banyak yang mendapatkan bawal putih yang di tingkat lelang harganya Rp 250.000/kg. Musim panen ikan berharga mahal itu, dimulai pertengahan Oktober.
Nelayan menikmatinya dengan kondisi ombak laut selatan yang cukup bersahabat. Jika sesuai dengan pranata mangsa, musim panen biasanya berlangsung hingga Januari-Februari tahun depan. "Kami berharap kondisi menguntungkan itu akan berlangsung sesuai perkiraan, syukur lebih lama," ujarnya.
Sebelumya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kebumen, drh Suhartilah Jumaryanti berharap cuaca yang bersahabat dan datangnya musim panen akan mendongkrak produksi bahari nelayan Kebumen. Dia menyebutkan raman seluruh TPI di Kebumen pada tahun 2013 ditarget mencapai Rp 25 miliar. Sedangkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan sebesar Rp 850 juta. "Hingga akhir tahun, masih ada waktu dua bulan lagi untuk memenuhi target pendapatan," ujarnya.
( Supriyanto / CN34 / SMNetwork )
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!